Search

Penyakit Kusta Mewabah di Situbondo

Kepala Dinkes Kabupaten Situbondo, Abu Bakar Abdi. (Foto/Fat)
Kepala Dinkes Kabupaten Situbondo, Abu Bakar Abdi. (Foto/Fat)

Situbondo, Reportasenews.com -Penyakit kusta masih mewabah di Kabupaten Situbondo,  pada  awal Tahun 2019 ini, tercatat sebanyak 700 orang penderita kusta di Kabupaten Situbondo, mereka tersebar pada 17 kecamatan  di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo,  para penderita penyakit kusta terbanyak di Kabupaten Situbondo  justru  ada diwilayah perkotaan, yakni kecamatan Panji ada diperingkat pertama, disusul Kecamatan  Kapongan dan Kecamatan Kota, Situbondo.

Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit kusta  di Kabupaten Situbondo, Dinkes Kabupaten Situbondo menggelar pengobatan gratis  terhadap penderita penyakit kusta. Kegiatan pengobatan gratis tersebut dilaksanakan di halaman belakang Kantor Dinkes Kabupaten Situbondo.

Kepala Dinkes Kabupaten Situbondo, Abu Bakar Abdi, mengatakan, pelayanan kesehatan dan pengobatan secara   gratis terhadap para penderita penyakit kusta itu merupakan kegiatan rutin Dinkes Kabupaten Situbondo. Dengan tujuan, untuk meminimalisir penyebaran penyakit kusta di Kabupaten Situbondo. Sedangkan Puskesmas Panji merupakan salah satu puskesmas yang ditunjuk untuk penangangan para penderita kusta secara total.

“Penangannya mulai preventifnya, promotifnya dan kuratifnya. Makanya kami jadikan  Puskesmas  Panji sebagai puskesmas khusus untuk  rawat inap para  penyakit kusta,” ujar Abu Bakar Abdi, Kepala Dinkes Kabupaten Situbondo, Rabu (3/4).

Menurutnya, dalam penanganan penyakit kusta, pihaknya  melakukan  sama dengan RS Glagah. Selain itu, pihaknya juga melakukan kerjasama dengan  dengan programer kusta,  untuk mencari penderita baru  yang  belum terdaftar.

“Mereka kami  obati dan diberi obat,” katanya.

Abu menjelaskan, sampai saat ini jumlah penderita kusta  yang tersebar di Kabupaten Situbondo, jumlahnya diperkirakan mencapai sebanyak 700 penderita. Jumlah tersebut menurun jika  dibandingkan dengan tahun sebelumnya, karena pada tahun 2018 jumlah penderita penyakit kusta seribu lebih.

“Penderita  kusta terbanyak masih di wilayah Kecamatan Panji. Bahkan, pada tahun 2003 lalu WHO sempat datang ke Kecamatan Panji, untuk melihat secara langsung para penderita penyakit kusta,” pungkasnya.(fat)

 




Loading Facebook Comments ...