Search

Penyanderaan di Mako Brimob Berakhir, 155 Napi Teroris Menyerahkan Diri

Sebanyak 155  napi  teroris saat menyerahkan diri di Mako Brimob Kelapa Dua Depok. (foto:ist)
Sebanyak 155 napi teroris saat menyerahkan diri di Mako Brimob Kelapa Dua Depok. (foto:ist)

Depok,reportasenews.com – Peristiwa pemberontakan dan penyanderaan yang terjadi selama 40 jam lebih di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat berakhir. Satu anggota brimob berhasil diselamatkan dan sebanyak 155 napi tahanan teroris akhirnya menyerahkan diri.

Peristiwa yang dipiucu oleh permasalahan sepele ini berujung dengan gugurnya 5 anggota kepolisisan dari kesatuan brimob dan satu orang tewas dari kelompok napi teroris.  Selain itu 4 anggota polisi lainnya juga mengalami luka serius dan masih menjalani perawatan di rumah sakit Polri Jakarta.

Tak hanya itu peristiwa ini juga berlanjut dengan penyanderaan satu orang anggota brimob oleh kelompok napi teroris. Kelompok napi teroris ini juga berhasil merembut beberapa senjata api laras panjang dan senjata laras pendek dari tangan anggota polisi.

Bribka Iwan Sarjana yang disandera oleh napi teroris dibebaskan pada Rabu (09/05) tengah malam sekitar pukul 24.00 WIB, setelah melalui proses negosiasi yang cukup panjang antara kelompok napi tahanan teroris dengan tim negosiator dari kepolisian.

Beberapa jam berikutnya sebanyak 155 napi tahanan teroris akhirnya menyerahkan diri setelah pasukan brimob melakukan operasi penindakan terhadap kelopok tahanan teroris ini. Sempat terjadi ledakan dalam peristiwa ini.

Komandan Korps Brimob Irjen Rudy Sufahriadi mengatakan, para napi teroris juga sempat menguasai bom. Bom itu mereka pakai untuk ranjau.

“Suara ledakan itu adalah bridging untuk meledakkan tembok, untuk meruntuhkan tembok, karena patut diduga dan mereka juga sudah sampaikan bahwa mereka menyimpan bom-bom,” kata Rudy dalam jumpa pers di Mako Brimob.

Dijelaskan Rudy, Bom-bom yang didapat itu adalah barang bukti yang kemarin-kemarin disita dan belum sempat digudangkan oleh penyidik Densus di ruang pemeriksaan. “Itu yang mereka ambil lagi, dan mereka rebut yang dijadikan bahan bom buat ranjau ” lanjut dia.

Rudy menyatakan ada cukup banyak bom yang direbut para napi. Namun dia tidak menjelaskan detailnya. Dia berbicara ini terkait adanya sejumlah ledakan keras di kompleks Mako Brimob sebelum penanganan dinyatakan berakhir.(*)

 




Loading Facebook Comments ...