Search

Perantara Jual Beli Ganja Dituntut Sembilan Tahun Penjara oleh PN Depok

Foto ilustrasi. (istimewa)
Foto ilustrasi. (istimewa)

Depok, reportasenews.com – Donny Adi Prasetyo alias Odon, terdakwa kasus ganja dituntut selama sembilan tahun penjara dan denda sebesar satu miliar di Pengadilan Negeri (PN) Depok.

Dalam amar yang dibacakan JPU Tri Yulianto, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah tanpa hak melawan hukum menjadi perantara, jual beli narkotika golongan I dalam bentuk tanaman sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama sembilan tahun penjara dan denda sebesar satu miliar atau dengan ketentuan tidak dibayar digantikan hukuman penjara selama tiga bulan.

Peristiwa itu bermula pada Minggu (14/1/2018) lalu sekira pukul 15.30 wib, terdakwa menghubungi saudara Andi (DPO) melalui pesan dari handphone untuk memesan ganja. Kemudian pada Selasa (16/1/2018) sekira pukul 20.30 wib, saudara Andi memberitahu terdakwa kalau pesanan ganjanya sudah ada dan menyuruh terdakwa ke lapangan depan rumah Andi untuk mengambil ganja yang dipesan terdakwa sebanyak 200 gram dengan harga Rp 1.200.000,-.

Lalu terdakwa pergi bertemu dengan saudara Andi untuk mengambil pesanan ganja serta menyerahkan uang sebesar Rp 200.000,- dan sisanya akan dibayar keesokan harinya melalui transfer. Setelah itu, terdakwa pulang ke kontrakannya dengan membawa ganja tersebut dan memisahkan atau membongkar ganja yang dibelinya menjadi satu paketan seharga Rp 100.000,- untuk saudara Aldi alias Kebot (berkas terpisah).

Kemudian pada Rabu (17/1/2018) sekitar pukul 11.00 wib, terdakwa kembali membongkar ganja yang dibelinya dibuat menjadi dua bungkus kertas nasi ukuran besar dan delapan bungkus nasi ukuran kecil. Lalu sekira pukul 18.30 wib hari itu datang saudara Bayu (DPO) ke rumah kontrakan terdakwa di Gg. Bengkel RT10/05, No.46, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, untuk mengambil ganja pesanannya seberat 50 gram dengan harga Rp 350.000,-.

Selanjutnya, pada Kamis (18/1/2018) terdakwa pergi ke rumah kontrakan Aldi alias Kebot di Gg. Bengkel RT10/05, No.46, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung. Lalu sekira pukul 15.00 wib, tiba-tiba datang dua anggota Satnarkoba Polresta Depok menangkap terdakwa bersama saudara Aldi dan saat dilakukan penggeledahan hanya ditemukan barang bukti satu unit handphone merk Iphone warna hitam di lantai.

Kemudian terdakwa di bawa ke rumah kontrakannya untuk dilakukan penggeledahan kembali dan para saksi hasilnya menemukan barang bukti berupa dua bungkus kertas nasi ukuran besar yang didalamnya berisi ganja dengan berat brutto 133,5 gram dan delapan bungkus kertas nasi ukuran kecil dengan berat brutto 84,5 gram yang disimpan dalam tas ransel warna hitam di belakang pintu kamar.

Seusai amar tuntutan dibacakan, majelis hakim yang dipimpin Ketua PN Depok Sobandi dengan anggota Yulinda Tri Murti Asih Muryati dan Nanang Herjunanto menanyakan kepada penasehat hukum terdakwa dari LBH AMALBi Depok apakah akan melakukan pembelaan (pledoi) terhadap tuntutan JPU. Lalu kuasa hukum terdakwa menjawab majelis kami akan melakukan pembelaan secara tertulis. (ltf/jan)

 




Loading Facebook Comments ...