Search

Peras Guru PNS, Oknum Wartawan Online Ditangkap

Tersangka bersama sejumlah barang bukti saat dilakukan jumpa pers di Mapolres Madiun. (foto:hap)
Tersangka bersama sejumlah barang bukti saat dilakukan jumpa pers di Mapolres Madiun. (foto:hap)

Madiun,reportasenews.com –  Kepolisian resort Kabupaten Madiun, membekuk SH(40) warga Lumajang, seorang oknum yang mengaku wartawan media cetak yang legalitasnya diragukan, dengan tuduhan memeras seorang PNS guru SD Karangrejo 1 Wungu Kabupaten Madiun.

Tersangka melakukan modus pemerasan terhadap seorang guru PNS yaitu dengan mengangkat berita tentang pribadi korban ke surat kabar si pelaku.

“tersangka oknum wartawan ini kami tangkap setelah menerima uang yang diminta dari Korban YS (57) guru PNS SD Karangrejo Wungu Kabupaten Madiun.” ujar Wakapolres Madiun Kompol Rentrix Riyaldi Yusuf, selasa(18/09/2018).

Dijelaskan Wakapolres, korban di mintai uang sebesar 10 juta rupiah oleh tersangka SH, untuk bisa menutupi berita perselingkuhan dan agar tidak dimuat di media masa.
Setelah mendapatkan laporan dari pihak korban yang didampingi kepala sekolah, polisi langsung melakukan penangkapan terhadap SH.
Dari penangkapan tersangka SH, pihak kepolisian telah menyita sejumlah uang, sepeda motor, kartu pers, Foto korban dan surat tugas.
Tersangka melakukan pemerasan, dengan cara menuduh korban berselingkuh dengan Laki laki serta menunjukkan foto foto korban bersama selingkuhnya, dengan cara menelepon korban meminta uang 10 juta rupiah untuk tidak di beritakan.
Setelah tidak ditanggapi oleh korban, tersangka akhirnya mendatangi tempat kerja korban dan melaporkan ke pihak atasan korban.
Dalam pertemuan dengan kepala sekolah, tersangka juga menyampaikan, korban mengingkari tidak memberikan 5 juta rupiah untuk diberikan ke tersangka, sebagai uang pengganti untuk tidak di muat di media cetak tersangka.
Setelah negosiasi, tersangka menurunkan nilai uang menjadi 3 juta rupiah,dan korban memberikan uang muka sejumlah 700 ribu rupiah.
Akibat dari pertemuan tersebut, korban mangalami trauma, ketakutan, dan rasa malu. Atas perbuatan tersangka di jerat pasal pemerasan. Dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.(hap).



Loading Facebook Comments ...