Search

Perawat ICU Rumah Sakit di Pontianak Meninggal Dunia Setelah 5 Hari Jalani Isolasi Mandiri

Ilustrasi. (foto:das)

Pontianak, reportasenews.com – Seorang perawat di bagian ICU Rumah Sakit Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, bernama Sastri A.Md Kep,  meninggal dunia saat sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya. Ini adalah kasus pertama tenaga kesehatan yang meninggal dunia akibat dugaan terkonfirmasi Covid 19.


Pasalnya sebelumnya, Sastri dinyatakan positif terkonfirmasi Covid 19 pada 12 Oktober 2020 silam.
Ia baru menjalani isolasi mandiri 5 hari di rumahnya dan dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (17/10/2020) pukul 04.00 WIB.

“Benar telah meninggal dunia seorang perawat di bagian ICU Rumah Sakit Universitas Tanjungpura. Sebelumnya perawat ini mengeluh demam, batuk pilek, dan anosmia. Jadi oleh pihak rumah sakit almarhumah dilakukan swab pada tanggal 11 Oktober 2020, nah tanggal 12 Oktober 2020 sudah mendapat hasil dari laboratorium Untan bahwa yang bersangkutan kasus Covid 19,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson kepada wartawan, Sabtu (17/10/2020).

Kemudian setelah diketahui perawat ini terkonfirmasi Covid 19, Sastri memilih melakukan isolasi mandiri seorang diri di rumahnya.
“Telah disarankan untuk isolasi di Rusunawa, tapi dia memilih isolasi mandiri di rumahnya sendiri dan tinggal sendirian,” ujar Harisson.
Selanjutnya sesuai prosedur, pasien ini menjalani isolasi mandiri di rumahnya tentunya disuplai dengan obat-obatan oleh petugas kesehatan serta pemberian vitamin.

“Perkembangan kemudian dipantau puskesmas Pal III dan petugas kesehatan dari Rumah Sakit Universitas Tanjungpura,” jelasnya.
Ditambahkannya, selama isolasi mandiri yang dilakukannya, Sastri sering mengeluhkan sesak saat dia sering beraktivitas namun sesaknya berkurang saat berhenti beraktivitas.

“Memang sudah disarankan berkali-kali untuk dilakukan perawatan namun almarhumah menolaknya,” ucapnya.

“Pasien ini diketahui meninggal dunia di rumahnya setelah kakaknya berkunjung dan memang sering berkunjung ke rumahnya pada pukul 10.00 WIB, dan diperkirakan pasien ini meninggal pada subuh hari,” bebernya.

Dijelaskannya, selama ini perawat ini memang bertugas sehari-hari di ruang ICU Rumah Sakit Universitas Tanjungpura. Diketahui di ruang ICU Rumah Sakit Univeristas Tanjung pura tidak pernah merawat pasien yang terkonfirmasi Covid 19.

“Jadi dua hari setelah almarhumah terkonfirmasi Covid 19, setelah itu ada pasien Covid 19 yang dirawat di ICU Rumah sakit Tanjungpura. Jadi kemungkinan besar almarhumah ini tertular dari luar,” ungkap Harisson.
Harisson mengakhiri almarhumah memiliki riwayat khormobib hipertensi sehingga ada riwayat pasien ini sering meminum obat-obatan hipertensi. Dan ada obesitas juga.

Selanjutnya jenasahnya dilakukan prosedur pemulasaran jenasah Covid 19 dan dikebumikan dengan prosedur Covid 19.

Sementara perkembangan terbaru kasus Covid 19 per tanggal 17 Oktober 2020, kasus baru terkonfirmasi Covid  31 orang, dan menjalani perawatan di Rumah Sakit. Pasien kasus baru terkonfirmasi Covid 19 ini dari daerah dengan rincian Sintang 9 orang, Ketapang 4 orang,  Kota Pontianak 17 orang, kabupaten Landak 1 orang.

Dan yang terkonfirmasi sembuh ada   35 orang, dengan rincian  Kota Pontianak  2 orang, Kayong Utara 11 orang, Landak 6 orang, Ketapang 9 orang, Sekadau 5 orang,  Sintang 2 orang. (das)




Loading Facebook Comments ...