Search

Perdana Menteri Srilanka Akan Cari Pelaku Serangan Yang Menewaskan 290 Orang

Suasana beberapa saat setelah serangan bom di Srilanka. (foto.Ist)
Suasana beberapa saat setelah serangan bom di Srilanka. (foto.Ist)

Colombo, Reportasenews.com – Suasana tenang Minggu Paskah berubah mengerikan oleh aksi bom bunuh diri yang menewaskan sedikitnya 290 orang di gereja dan hotel di Sri Lanka.

Belum diketahui siapa di balik serangan keji tersebut. Sebuah memo intelijen tentang kemungkinan serangan telah beredar 10 hari sebelumnya, menimbulkan pertanyaan mengapa apparat keamanan tidak mampu melakukan tindakan  pencegahan.

“Tindakan serius perlu diambil mengapa peringatan ini diabaikan,” Menteri Telekomunikasi Sri Lanka, Harin Fernando, mentweet bersama dengan foto memo tersebut. Dokumen yang berjudul “Informasi tentang dugaan rencana serangan ,” bertanggal 11 April dan ditandatangani oleh Wakil Inspektur Jenderal Polisi, Priyalal Dissanayake.

Serangan terjadi di hari yang sangat istimewa disaat ribuan orang datang ke gereja untuk untuk melaksanakan Minggu Paskah.

“Ini adalah serangan terhadap seluruh Sri Lanka karena Sri Lanka adalah negara multi-etnis, multi-agama dan multi-budaya, dan seluruh negara berkumpul untuk merayakan Minggu Paskah,” kata Gunasekera, juru bicara kepolisian seperti dikutip CNN

Serangan tersebut merupakan serangan terbesar sejak satu dekade pasca  berakhirnya perang saudara pada tahun 2009.

Sedikitnya 8 serangan bom menyasar gereja dan hotel hotel mewah di kota Kolombo, Negombo dan Batticaloa.

Ledakan menghancurkan tigahotel mewah di ibu kota Kolombo, Shangri La, Cinnamon Grand dan Kingsbury.

Shangri-La di Kolombo diserang tepat setelah jam 9 pagi waktu setempat. Hotel ini populer di kalangan turis asing dan komunitas bisnis. negara.

Ledakan terakhir menghantam sebuah rumah pribadi di Kebun Mahawila, di Dematagoda, selama serangan sehubungan dengan serangan itu, kata para pejabat. Tiga petugas polisi terbunuh.

“Ketika pejabat divisi kejahatan mulai menanyai orang-orang di rumah itu, dua ledakan terjadi,” kata juru bicara kepolisian Ruwan Gunasekara. “Satu sub inspektur dan dua polisi telah tewas.”

Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe mengatakan akan mencari orang orang yang bertanggunjawab dalam serangan mematikan tersebut.

Wickremesinghe menegaskan kembali bahwa “tindakan tegas akan diambil terhadap mereka yang bertanggung jawab,” tegasnya. (dik/berbagai sumber).




Loading Facebook Comments ...