Search

Perdana Menteri Srilanka : Pemerintah Gagal Antisipasi Serangan Teroris

Bekas bekas ledakan bom di gereja St Anthony's Shrine Srilanka. (foto. Istimewa)
Bekas bekas ledakan bom di gereja St Anthony's Shrine Srilanka. (foto. Istimewa)

Colombo, Reportasenews.com – Pemerintah Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe telah mengetahui informasi acaman serangan sebelum pemboman terjadi.

Perdana Menteri mengatakan pemerintah gagal mengambil ‘tindakan pencegahan yang memadai’ meski telah diperingatkan akan kemungkinan serangan di gereja.

Ranil Wickremesinghe, berbicara kepada wartawan pada hari Minggu malam, mengakui bahwa ada informasi di sana tentang kemungkinan serangan.

“Kita juga harus melihat mengapa tindakan pencegahan yang memadai tidak dilakukan,” katanya.

Serangan terkoordinasi, yang menewaskan sedikitnya 290 orang dan melukai hampir 500 lainnya, adalah kekerasan terburuk di negara kepulauan Samudra Hindia sejak perang saudara berakhir satu dekade lalu.

Hingga saat ini belum  ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab langsung atas serangan tersebut.

Seorang juru bicara polisi mengatakan 13 tersangka ditangkap sehubungan dengan pemboman itu.

Wickremesinghe mengatakan nama-nama pelaku yang muncul adalah nama local.

“para penyelidik akan memeriksa apakah para penyerang memiliki hubungan di luar negeri. Para pemimpin dunia juga telah menawarkan bantuan dalam penyelidikan”, tambahnya.

Minelle Fernandez menggambarkan pernyataan perdana menteri “sebagai penggalian” kepada Presiden Maithripala Sirisena, yang memimpin pasukan keamanan.

Hubungan antara kedua pemimpin berada pada titik terendah sepanjang masa setelah Sirisena memecat Wickremesinghe pada Oktober. Langkah ini memicu krisis politik selama seminggu yang berakhir hanya ketika Mahkamah Agung membatalkan keputusan itu.(dik/berbagai sumber).




Loading Facebook Comments ...