Search

Peringati  Hari Anak Nasional, Pemkab Situbondo Perkenalkan Permainan Tradisional

Para siswa PAUD dan TK Situbondo, saat unjuk kebolehannya dalam kegiatan Gebyar PAUDD memperingati HAN Tahun 2019 di pendopo Kabupaten Situbondo. (foto:fat)
Para siswa PAUD dan TK Situbondo, saat unjuk kebolehannya dalam kegiatan Gebyar PAUDD memperingati HAN Tahun 2019 di pendopo Kabupaten Situbondo. (foto:fat)

Situbondo,reportasenews.com – Memperingati hari anak nasional (HAN) Tahun 2019, Dinas Pendidikaan Nasional dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Situbondo, menggelar  gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),  dengan cara mengenalkan  permainan tradisional, Selasa (27/8/2019).

Kegiatan  gebyar PAUD  tersebut  dibuka secara  resmi oleh Bupati Situbondo Dadang Wigiarto, dengan  diikuti ribuan anak-anak.  Mulai  dari  siswa  PAUD, TK, hingga siswa  SD  dari  ratusan lembaga pendidikan   di Kabupaten Situbondo, mereka berkumpul dan membaur  di pendopo Kabupaten Situbondo.

Bahkan,  dalam panggung gembira Gebyar HAN Tahun 2019 tersebut,  ratusan siswa dari sejumlah lembaga pendidikan PAUD, TK, hingga SD, mereka menampilkan berbagai macam seni kreasi seperti memainkan alat musik tradisional angklung, berpuisi, bernyanyi, dan menampilkan beberapa tarian tradisional. Sehingga raut wajah gembira terpancar saat mereka menyaksikan berbagai penampilan dari teman sebayanya.

Usai kegiatan Gebyar HAN Tahun 2019, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  (Disdikbud) Kabupaten Situbondo Fathor Rakhman mengaku  telah mengenalkan permainan tradisional kepada anak usia dini melalui berbagai event. “Kita juga mengenalkan Tari Landhung Cengker hasil kreasi Dewan Kesenian Situbondo, permainan angklung, dan bermacam-macam dongeng,” ujar Fathor Rakhman.

Sementara itu, Umi Kulsum selaku Bunda PAUD Kabupaten Situbondo menekankan kepada para orang tua dan para guru khususnya Guru PAUD, agar mengenalkan permainan tradisional sejak dini, mengingat di era digital banyak anak yang terjebak dengan asyiknya bermain gawai.

“Kami dan Disdikbud Situbondo sengaja  menggelar beberapa event perlombaan tradisional, untuk memotivasi anak menyukai permainan tempo dulu,” kata Umi Kulsum , Selasa (27/8/2019).

Menurutnya, keasyikan bermain gawai akan menyebabkan anak terjebak dalam kesendirian dan enggan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, apalagi bermain dengan teman sebayanya. “Kalau sudah asyik bermain gawai, anak cenderung mengurung diri, dan emosinya tidak terkontrol,” terangnya.

Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto, mengaku kewalahan memberikan sambutan di hadapan anak-anak usia PAUD/TK. Katanya, tidak mudah berkomunikasi dengan anak dan harus menggunakan cara tertentu.

“Ada cara tersendiri agar anak bisa diajak ngobrol. Saya ngomong di depan, anak-anak tak ada yang memperhatikan. Hebat para guru PAUD ini yang mampu menenangkan dan memberikan materi kepada anak,”ujar  Bupati Dadang Wigiarto.

Dadang Wigiarto berharap, Situbondo semakin maju dan terisi dengan generasi yang hebat. Era digital akan semakin menambah kecerdasan anak, namun anak harus dibentengi wawasan tentang konten yang positif dan diawasi penggunaan gawainya.

“Era digital sebagai pembelajaran, tetapi perketat pengawasan ke hal-hal yang negatif,” kata  Bupati Dadang Wigiarto.

Pantauan Reportasenews.com dilapangan, gebyar PAUD merupakan panggung kreasi seni bagi anak usia PAUD/TK dan SD. Tak hanya menampilkan berbagai kreasi seni budaya, namun pembawa acara Gebyar PAUD ini merupakan siswi SD yang masih duduk dibangku kelas 1 dan 2. Mereka sangat piawai memandu acara yang berlangsung sekitar tiga jam tersebut.(fat)




Loading Facebook Comments ...