Search

Peringati Hari HIV/AIDS Sedunia, LPM Merak Situbondo Bagikan Ribuan Kipas 

Wabup Yoyok Mulyadi, saat membagikan dan stiker kepada para pengendara kendaraan bermotor di Jalur Pantura Situbondo. (foto:fat)
Wabup Yoyok Mulyadi, saat membagikan dan stiker kepada para pengendara kendaraan bermotor di Jalur Pantura Situbondo. (foto:fat)
Situbondo,reportasenews.com – Memperingati hari HIV/AIDS sedunia Tahun 2019, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Merangkul Rakyat Kecil (LPM Merak) Situbondo, Sabtu (30/11/2019) membagikan ribuan kipas kepada para pengendara kendaraan bermotor pada sembilan titik  traffick light di Kota Situbondo.
Selain membagikan ribuan kipas, LPM Merak yang bina langsung oeh Wabup  Yoyok Mulyadi bersama sebanyak 43 komunitas di Kota Situbondo , mereka  juga melakukan kampanye  aksi damai, dengan cara  memasang stiker himbauan tentang bahaya HIV/AIDS kepada para pengendara kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat.
Wabup Situbondo Yoyok Mulyadi mengatakan, sebanyak 43 komunitas yang ikut berpartisipasi itu, disebar di sembilan titik traffick light, yang merupakan titik strategis dan efektif untuk menyampaikan kepada masyarakat tentang bahaya  HIV/AIDS, termasuk tentang  pencegahan sampai penularan HIV/AIDS.
“Kami sengaja melibatkan 43 komunitas di Kota Situbondo,  untuk menyampaikan pesan moral kepada masyarakat di Situbondo, termasuk masyarakat luar yang melintas di jalur pantura Situbondo,” kata Wabup Situbondo, Yoyok Mukyadi, Sabtu (30/11/2019).
Menurutnya, mulai dari 2010 sampai 2019 tercatat ada 1167 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Situbondo. Sedangkan pada tahun 2018, angka penderita yang terinfeksi HIV/AIDS menempati rangking tertinggi di Kabupaten Situnondo, dengan jumlah total  sebanyak 244 kasus.
“2019 bisa ditekan karena pelayanan bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA), sudah bisa dilakukan di enam puskesmas, yang sebelumnya hanya di RSUD Abdoer Rahem saja,” ujarnya.
Lebih jauh  Yoyok menambahkan, jika kegiatan bagi-bagi ribuan kipas dan stiker himbauan  ini dilakukan semata-mata untuk kabupaten tercinta, Situbondo, yang bisa dikatakan darurat HIV/AIDS. Letak geografis kabupaten yang memiliki julukan Kota Santri ini cukup strategis untuk penularan virus mematikan itu, lantaran berada di jalur pantura, yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Bali.
“Kabupaten kita merupakan daerah lintasan yang hampir semua orang yang melintas mampir. Secara kultur masyarakat kita agamis, tapi yang namanya lintasan inilah yang dihawatirkan bisa memperbanyak angka ODHA,”ujar  Yoyok.
Sementara itu, Ahmad Nasrullah selaku Korlap aksi damai mengatakan, jika selama ini  LPM Merak cukup  gencar melakukan sosialisasi  tentang bahaya HIV/AIDS, dengan tujuan ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa ODHA tidak semerta-merta menularkan virus HIV.
“Karena stigma di  masyarakat terhadap HIV/AIDS masih sangat kuat sehingga mereka menjauhi ODHA, inilah yang menjadi fokus kami, bagaimana ODHA diterima di tengah masyarakat,”kata Nasrullah.
Kegiatan yang dilakukan pertama kali ini, direncanakan menjadi agenda tahunan, dengan harapan, bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa penyakit AIDS tidak mengerikan dan tidak mudah menular.”Tag line kampanye kita saat ini, Dekati Orangnya, Jauhi Penyakitnya. Berharap, mereka bisa menerima ODHA seperti yang lainnya,” tegas Nasrullah.
Pria yang akrab dipanggil Ra Ayung menambahkan, selain melibatkan sebanyak 43 komunitas di Kota Situbondo, namun dalam memperingati hari HIV/AIDS sedunia Tahun 2019, LPM Merak Situbondo juga melibatkan lima orang ODHA.”LPM Merak sengaja melibatkan sebanyak 43 komunitas dan elemen masyarakat  di Situbondo, karena tidak mungkin kita bergerak sendiri dalam meminimalisir penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Situbondo,”pungkasnya.(fat)



Loading Facebook Comments ...