Search

Peringati Hari Pancasila Wakapolda Papua Berpesan Agar Masyarakat Bersatu

Wakapolda Papua Brigjen Pol Drs. Yakobus Marjuki bertindak sebagai inspektur upacara dalam Peringatan Hari Pancasila. ( foto : riy)
Wakapolda Papua Brigjen Pol Drs. Yakobus Marjuki bertindak sebagai inspektur upacara dalam Peringatan Hari Pancasila. ( foto : riy)

Jayapura, reportasenews. com  –  Memperingati Hari Lahir Pancasilan yang jatuh pada jumat hari (1/06), dilapangan Apel Mapolda Papua, dilaksanakan upacara memperingati hari Kesaktian Pancasila.

Wakapolda Papua Brigjen Pol Drs. Yakobus Marjuki bertindak sebagi inspektur upacara dengan dihadiri oleh para pejabat utama polda papua para Pamen, Pama, Brigadir dan ASN Polda Papua.

Presiden Repbulik Indonesia dalam amanatnya yang dibacakan Wakapolda Papua menyampaikan sebentar lagi kita akan merayakan HUT kemerdekaan republik Indonesia yang ke 73, selama 73 tahun, Pancasila sudah menjadi bintang pemandu Bangsa Indonesia.

Selama 73 tahun, Pancasila sudah bertahan dan tumbuh di tengah deru ombak ideologi ideologi lain yang berusaha menggesernya. Selama 73 tahun, Pancasila sudah menjadi rumah kita yang berada bhineka tunggal Ika, insya allah sampai akhir zaman, Pancasila akan terus mengalir di denyut nadi seluruh rakyat Indonesia.

Sungguh Pancasila adalah berkah yang indah yang di berikan Tuhan YME kpd kita, melalui perenungan, pergulatan pemikiran dan kejernihan batin para founding fathers Indonesia. Pancasila pertama kali di uraikan secara jelas oleh bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, kemudian di tuangkan dalam piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945 dan di rumuskan secara final pada tanggal 18 Agustus 1945.

Para pendiri bangsa dari berbagai kelompok, golongan dan latar belakang duduk bersama untk menetapkan Pancasila sebagai pemersatu segala perbedaan, Pancasila berperan sebagai falsafah dan dansar negara yang kokoh, yang menjadi fondasi di bangunnya Indonesia yang bersatu , berdaulat, adil dan makmur.

Rangkaian proses besar tersebut harus kita ingat, kita dalami semangatnya dan kita pahami rohnya, adalah tugas dan tanggung jawab kita untk memastikan bahwa Pancasila selalu hadir dalam setiap sudut kehidupan serta hati dan pikiran kita, pada peringatan hari lahir Pancasila di tahun 2018 ini, kita harus meneguhkan semangat untk bersatu, berbagi dan berprestasi.

Sebagai bangsa yang majemuk yang terdiri atas 714 suku dengan lebih 1.100 bahasa lokal yang hidup di lebih dari 17. 000 pulau, semangat persatuan merupakan pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita harus terus menerus bersatu memperkokoh semangat bhineka tunggal Ika, kita harus bersatu dalam upaya kita untk menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang besar dan bangsa pemimpin.

Semangat berbagi antar anak bangsa untuk kesejahteraan dan kemajuan bersama juga merupakan sebuah keharusan. Kita harus berbagi dengan memperkuat etos kepedulian, Welas Asih, dan saling menghargai dengan penuh empati.  Bulan suci Ramadhan yang penuh berkah ini harus kita manfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat etos peduli dan berbagi. Semangat gotong royong yang merupakan budaya luhur bangsa harus terus kita pupuk sebagai sumber energi besar Indonesia untuk menggapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Dengan modal semangat dan energi kebersamaan, kita mampu berprestasi untuk memenangkan kompetisi, kita harus percaya diri dan berani bersaing dalam kehidupan dunia yang semakin terbuka dan kompetitif . Kita harus memperkokoh kekuatan kolektif bangsa dan tidak boleh menghambur-hamburkan energi dalam perselisihan dan perpecahan. kita harus Melakukan lompatan besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan tangguh.

Peringatan hari lahir Pancasila di setiap tanggal 1 Juli ini harus kita manfaatkan sebagai moment pengingat, moment pemacu dan momen aktualisasi nilai-nilai Pancasila. Marilah kita terus amalkan warisan Mulia Para founding fathers ini untuk kemajuan bangsa, dan sekaligus juga menjadi sumbangsih Indonesia kepada masyarakat dunia.

Negara manapun didunia ini akan selalu berproses menjadi masyarakat yang bhineka dan majemuk.  Seringkali kemajemukan ini juga dibayang-bayangi oleh resiko intoleransi, ketidak bersatuan dan ketidak gotongroyongan. Saatnya kita berbagi pengalaman dalam berbhineka Tunggal Ika, dalam toleransi serta dalam membangun persatuan dan kebersamaan, saatnya kita berbagi pengalaman dalam mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Atas nama seluruh rakyat Indonesia, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada Para founding fathers atas warisan leluhur Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila yang kita nikmati saat ini,  saya juga ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada generasi generasi berikutnya yang telah menanamkan pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pada kesempatan yang mulia ini saya ingin mengajak para ulama dan tokoh agama, para guru dan Ustad, para politisi dan jajaran aparat pemerintahan, para anggota TNI dan Polri, para pekerja dan pelaku ekonomi, serta seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama mengamalkan Pancasila dalam keseharian kita.  Semangat bersatu, berbagi dan berprestasi akan meneguhkan derap langkah kita dalam membawa Indonesia menuju negara yang maju dan Jaya. ( riy )




Loading Facebook Comments ...