Search

Perpustakaan Apung di Kota Situbondo Jadi Tempat Favorit Ngabuburit

Perpustakaan terapung di kota Situbondo menjadi tempat yang banyak dikunjungi untuk ngabuburit. (foto:fat)
Perpustakaan terapung di kota Situbondo menjadi tempat yang banyak dikunjungi untuk ngabuburit. (foto:fat)
Situbondo,reportasenews.com – Sejumlah tempat  destinasi wisata di Kabupaten Situbondo, menjadi tempat favorit para remaja di Kota Situbondo,  untuk ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa pada bulan suci Ramadlan 1440 Hijriah.
Seperti destinasi  wisata perpustakaan apung Grand Pathek, perpustakaan apung berlokasi di Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo. Saat ini, menjadi tempat favorit bagi para remaja ngabuburit atau  untuk menunggu waktu berbuka puasa.
Menariknya, para pegunjung wisata  perpustakaan apung di Grand Pathek ini,  mereka dapat menikmati indahnya panorama alam laut lepas, sembari membaca buku yang tersedia di perpustakaan apung,  yang  langsung dikelola oleh para nelayan setempat.
Bahkan, di perpustakaan apung tersebut,  para pengunjung juga dimanja dengan berbagai buku bacaan,  baik untuk anak-anak maupun buku untuk kalangan dewasa, semua buku tersebut ada di perpustakaan apung.
Nurdianto (37), salah seorang pengunjung yang mengaku berasal dari Desa/Kecamatan Mangaran, Situbondo mengaku, pihaknya sengaja mengajak istri dan dua anaknya ke perpustakaan apung, selain berlibur sembari ngabuburit atau  menunggu waktu berbuka puasa. Namun, juga bertujuan  untuk memberi tauladan kepada dua anak agar gemar membaca.
“Dalam bulan Ramadlan, saya sengaja berlibur dan ngabuburit di tempat wisata Grand Pathek. Selain karena ada fasilitas perpustakaan apung, namun di siini (Grand Pathek) juga ada tempat bermain untuk anak-anak, seperti kolam air tawar untuk anak-anak,”kata Nurdianto.
Sementara itu, Thomas salah seorang petugas  di objek wisata Grand Pathek mengatakan, diakui pada awal  bulan Ramadlan jumlah pengunjung berkurang. Namun, para pengunjung yang datang sebagian besar menunggu waktu berbuka puasa, dengan cara membaca buku di perpustakaan apung.
“Obyek wisata Grand pathek ini,  dikelola langsung oleh masyarakat nelayan dan desa, untuk tiket masuk cukup Rp3.000 per orang, mereka dapat menggunakan fasilitas yang ada, kecuali untuk mandi di  kolam renang, para pengunjung harus membayar tiket lagi,”ujar Thomas.(fat)



Loading Facebook Comments ...