Search

Pesawat Penumpang Jatuh di Dekat Bandara Kathmandu

pesawat jatuh nepal

Nepal, reportasenews.com – Sedikitnya 40 orang tewas ketika sebuah pesawat penumpang yang membawa 70 orang jatuh saat bersiap untuk mendarat di bandara Kathmandu, Nepal. Penyebab kecelakaan itu tidak jelas.

Selain itu, 23 orang terluka saat pesawat Bangladesh jatuh dan terbakar di dekat ibu kota bandara, ini merupakan bencana penerbangan terburuk yang melanda Nepal selama bertahun-tahun.

Pejabat mengatakan ada 71 orang di dalam pesawat AU-Bangla Airlines dari Dhaka saat menabrak lapangan sepak bola di dekat bandara.

Tim penyelamat harus memotong reruntuhan pesawat yang hancur dan terbakar untuk menarik orang keluar.

“Tiga puluh satu orang meninggal di tempat kejadian dan sembilan meninggal di dua rumah sakit di Kathmandu,” kata juru bicara polisi Manoj Neupane kepada AFP, menambahkan 23 lainnya terluka.

Penyebab kecelakaan itu tidak segera jelas, namun sebuah pernyataan dari pihak berwenang bandara mengatakan bahwa pesawat tersebut “tidak terkendali” saat mendarat.

Saksi mata mengatakan bahwa pesawat tersebut jatuh saat melakukan usaha kedua untuk mendarat.

Juru bicara Angkatan Darat Nepal Gokul Bhandaree mengatakan tujuh korban selamat dari dampak tersebut namun kemudian meninggal karena luka-luka mereka.

Tebalnya asap hitam bisa terlihat naik dari lapangan sepak bola tempat pesawat jatuh, ke timur landasan pacu di bandara internasional Nepal.

Juru bicara maskapai Kamrul Islam, mengatakan kepada AFP bahwa 33 penumpang adalah orang Nepal, 32 orang Bangladesh, satu orang Cina dan satu dari Maladewa.

Pesawat tersebut merupakan bom turbotom Bombardier Dash 8 Q400 buatan Kanada, Mahbubur Rahman dari kantor penerbangan sipil Bangladesh kepada AFP. Sumber lain mengatakan pesawat tersebut berusia 17 tahun.

“Mungkin ada masalah teknis di pesawat terbang, tapi harus diselidiki sebelum membuat pernyataan akhir,” kata Rahman kepada AFP.

Airport Kathmandu tutup sebentar setelah kecelakaan, memaksa penerbangan masuk untuk mengalihkan tujuan, tapi sejak itu dibuka kembali.

US-Bangla Airlines adalah perusahaan penerbangan swasta yang diluncurkan pada bulan Juli 2014 dengan semboyan “Fly Fast Fly Safe”, menurut situsnya.

Maskapai yang berbasis di Dhaka melakukan penerbangan internasional pertamanya pada bulan Mei 2016 ke Kathmandu, dan sejak itu diperluas dengan rute ke Asia Selatan, Timur Tengah dan Asia Tenggara.

Pada tahun 2015 salah satu pesawatnya melampaui landasan pacu saat mendarat di Saidpur di barat laut Bangladesh. Tidak ada laporan tentang luka-luka.

Nepal telah mengalami sejumlah bencana udara dalam beberapa tahun terakhir, yang membawa pukulan ke industri pariwisata.

Rekaman keselamatan udara buruknya sebagian besar disalahkan karena pemeliharaan yang tidak memadai, pilot yang tidak berpengalaman dan manajemen kurang lancar.

Pada awal 2016, sebuah pesawat turboprop Twin Otter menabrak gunung di Nepal yang membunuh 23 orang di dalamnya.

Dua hari kemudian, dua pilot tewas saat sebuah pesawat penumpang kecil jatuh mendarat diwilayah berbukit negara itu. (Hsg)




Loading Facebook Comments ...