Search

Peserta “Tamasya TPS” Akan Ditindak Tegas dan Ditahan

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta, reportasenews.com- Suhu politik Jakarta mulai “panas dingin”, jelas pilkada penentuan putaran kedua Rabu, 19 April lusa. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengingatkan agar tidak ada pengerahan massa saat pemungutan suara putaran dua Pilkada DKI Jakarta. Jika membandel mengerahkan massa, maka polisi akan menindak tegas,

“Kalau sampai ada pengerahan massa yang terkesan intimidatif, maka Polri sekali lagi dengan diskresinya dapat melakukan penegakan hukum. Bahkan kalau perlu akan ditahan,” ujar Tito di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/4).

Tito menilai sebetulnya tidak perlu ada pengerahan massa dari luar daerah untuk memantau pemungutan suara berlangsung.

“Mekanisme pemilu sudah ada, apalagi di Jakarta ini, ada Bawaslu, ada saksi-saksi, kemudian ada pengamat independen, ada media semua ada,” kata Tito.

Tito mengungkapkan akan ada pengerahan personel keamanan dalam skala besar yang jumlah personelnya lebih besar dibanding saat pemungutan suara 15 Februari lalu.

Ia berharap dengan kekuatan sebesar tersebut Jakarta aman dan warga bisa memilih sesuai hati nuraninya.

“Dan larangan tadi bukan hanya berlaku untuk tamasya Al-Maidah, tapi juga bagi semua pihak, bagi semua pendukung pasangan calon kita harapkan Jakarta untuk Jakarta,” kata Tito. (tat)




Loading Facebook Comments ...