Search

Pesona Tersembunyi Bukit Bahu, Taman Teletubbies di Batas Negara

Bukit Bahu, di Dusun Bangau, Desa Majel, Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menjadi destinasi terbaik, yang tak boleh dilewati saat berkunjung ke Kalimantan Barat.(foto:das)
Bukit Bahu, di Dusun Bangau, Desa Majel, Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menjadi destinasi terbaik, yang tak boleh dilewati saat berkunjung ke Kalimantan Barat.(foto:das)

Sanggau, reportasenews.com – Menikmati sunrise atau matahari terbit atau sebaliknya sunset atau matahari terbenam, dapat dilakukan dimanapun di seluruh dunia. Namun jika kebetulan berada di Kalimantan Barat atau kota Pontianak, ada banyak spot yang menarik untuk menikmatinya.

Salahvsatu sensasi bagi pencinta alam terutama mereka yang senang melakukan aktivitas outdoor, tak salah lagi jika Bukit Bahu, di Dusun Bangau, Desa Majel, Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menjadi destinasi terbaik, yang tak boleh dilewati saat berkunjung ke Kalimantan Barat.

Lokasi wisata alam ini boleh dibilang belum begitu di kenal luas masyarakat, karena Bukit Bahu seperti seperti pesona alam tersembunyi di Kalimantan Barat.

Namun beberapa bulan terakhir, Bukit Bahu kerap dikunjungi pelajar, mahasiswa pencinta alam, komunitas dan beragam pengunjung lain dengan latar belakang berbeda.

Bukit Bahu semakin terkenal luas, karena begitu banyaknya foto-foto menghiasi dinding Instagram dan media sosial lainnya yang menyuguhkan keindahan alam puncak Bukit Bahu.

Keindahan bentangan alam perbukitan dibalut dengan deretan awan yang mengantung di puncak bukit serta munculnya sunrise di pagi hari dan sunset di sore hari menjadi sensasi yang tak mungkin terlupakan saat berada di Puncak Bukit Bahu.

Mata semakin dimanjakan saat musim penghujan seperti sekarang ini, Puncak Bukit Bahu diselimuti kabut tebal dan udara dingin yang menerpa kulit. Meski ketinggian puncak bukit tidak terlalu tinggi, namun berada di puncak dengan dibalut kabut tebal, terasa sensasi yang berbeda.

Tak hanya itu, hamparan ilalang yang luas serta hijau menyejukan sejauh mata memandang punggung bukit dengan deretan perbukitan lainnya.

Pemandangan spetakuler ini hanya terdapat di puncak Bukit Bahu, dan bagi pengunjung dapat berjalan kaki menikmati udara yang segar dan suara burung yang berkicau merdu.

Hamparan ilalang yang begitu luas ini menjadi ciri khas pemandangan alam di puncak Bukit Bahu. Karena itu saat berada disini seperti terhipnotis melihat luasnya landscape hamparan ilalang di puncak bukit seperti taman hijau, bahkan ada yang memberikan sebutan sebagai taman “Teletubbies”.

Tak mengherankan, saat lelah mendaki  atau sudah berada di kaki Bukit Bahu ataupun menebus hamparan ilalang di punggung bukit hingga sampai ke puncak bukit dengan berjalan kaki, tangan terasa spontanitas menarik kamera kecil di saku ataupun smartphone untuk berswafoto ria berlatarbelakang keindahan Bukit Bahu.

Jepret! Beberapa foto pun langsung diupload dan terpampang di dinding Instagram dan facebook serta media social lainnya. Karena meski berada jauh dari kota Pontianak, berada di atas puncak Bukit Bahu sinyal operator seluler masih bisa ditangkap baik oleh ponsel, meski kadang datang dan kadang pula hilang.

“Sudah lama kami merencanakan untuk berkunjung kesini. Alamnya masih asri, dan pemandangan disini begitu eksotis, karena seperti taman Teletubbies oleh hamparan ilalang yang hijau yang luas,” kata Jedy Alfonzo, yang baru pertama kali mendaki ke Bukit Bahu.

Jedy yang datang bersama rombongannya berjumlah enam orang dari komunitas Trip Explore Kalbar  berdecak kagum dengan keindahan alam Bukit Bahu yang masih asri dan hijau, meski saat melihat beberapa deretan bukit lainnya pohon-pohon sawit menghiasi deretan punggung bukit.

Invasi sawit juga masuk ke daerah ini, sebagian besar ditanam mandiri masyarakat, namun hamparan sawit yang luas adalah milik beberapa perusahaan perkebunan lokal maupun asing yang juga menanam sawit di kawasan ini.

Selain itu pemandangan lainya adalah tanaman padi di punggung bukit yang ditanam masyarakat sebagai kebutuhan pokok sebagai tradisi turun menurun.

Hilir mudik masyarakat lokal bercocok tanam di kaki bukit maupun punggung bukit masih dapat dilihat bahkan berinteraksi dengan mereka di lokasi ini. Aktivitas masyarakat lokal  sebagian besar memang mengandalkan kehidupan keluarga mereka dari berladang atau bercocok tanam.

Berbagai tanaman holtikultura sebagai penopang penghasilan keluarga dimana hasilnya mereka kadang dipasarkan ke kampung tetangga bahkan hingga ke Malaysia. Kenapa ke Malaysia? Ya, kampung Bangau ini memang tak berada jauh dari beranda terdepan perbatasan negara Indonesia – Malaysia.

Lokasi Bukit Bahu berada di belakang pemukiman penduduk. Jarak tempuh dari kota Pontianak ke lokasi wisata alam ini dengan berkendaraan roda dua mencapai waktu tempuh antara 2 jam hingga 5 jam, tergantung kondisi cuaca jika cerah akan lebih cepat lagi.

Namun dengan kendaraan roda empat, akan lebih relatif singkat karena arus lalu lintas tidak terlalu padat. Dengan kondisi jalan yang sudah sebagian besar relatif mulus. Namun untuk mencapai ke puncak Bukit Bahu, karena harus menempuh perjalanan kaki dan mendaki, waktu yang diperlukan tergantung kemampuan masing-masing individu.

Nah, jika tak mampu membawa barang berat, atau barang keperluan logistik cukup banyak, ada beberapa guide sekaligus porter lokal yang dapat membantu dengan tarif sesuai kesepakatan. Bahkan  anak-anak setempat juga sigap membantu membawakan peralatan camping ataupun barang lainnya yang perlu dibawa.

Untuk masuk ke lokasi ini, pengunjung wajib mengisi dan menandatangani buku daftar kunjungan yang disediakan ketua RT setempat, sekaligus membayar tarif masuk sebesar Rp.12.000 perorang. Tarif ini sekaligus tarif parkir kendaraan, karena lokasi wisata ini belum dikelola pemerintah setempat.

Suasana semakin romantis dan eksotis saat berada di puncak, dan tenda-tenda dum mulai didirikan dengan kokoh agar tidak goyah tertiup angin. Semilir angin sadu dan dinginnya udara membuat tubuh segera memerintahkan untuk menikmati hidangan panas, ditemani secangkir kopi dan teh serta cemilan kecil yang telah disiapkan sejak dari awal sebelum berada disini.

Duduk santai atas jerami kering sembari menyerumput kopi atau teh panas sembari mata menatap jauh pemandangan alam di Puncak Bukit Bah, benar-benar menyuguhkan sensasi yang luar biasa dan tak mudah dilupakan. Butuh perhatian pemerintah setempat, agar lokasi Wisata Bukit Bahu ini semakin populer dan dilengkapi fasilitasnya sehingga dapat menjadi destinasi wisata baru yang tak kalah indahnya seperti “negeri diatas awan” atau  tempat wisata lainnya yang telah dikelola baik. (das)




Loading Facebook Comments ...