Search

Lagi, Petugas Gabungan Sita 2.122 Rokok Ilegal Dari Sejumlah Toko di Situbondo

Petugas gabungan, saat melakukan Sidak ilegal disejumlah toko di Situbondo. (foto:fat)
Petugas gabungan, saat melakukan Sidak ilegal disejumlah toko di Situbondo. (foto:fat)
Situbondo,reportasenews.com – Untuk mengantisipasi beredarnya rokok ilegal, petugas gabungan antara Bea  Cukai Jember, Bappeda, Satpol PP,  petugas Disdagin,petugas Bagian Humas Pemkab Situbondo,   melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah toko di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Dalam Sidak ke sejumlah toko  yang terseba r pada  sembilan kecamatan   di Kabupaten Situbondo,yakni   Kendit, Mangaran, Banyuputih, Asembagus, Jangkar, Arjasa, Kapongan, Panji, dan Keamatan Situbondo,  petugas  gabungan berhasil  mengamankan  sebanyak 2.122  bungkus rokok ilegal atau rokok  tanpa dilekati pita cukai.

Kasubid Ekonomi Bappeda Situbondo, Hendrayono mengatakan,  dalam kegiatan Sidak untuk mengantisipasi peredaran rokok ilegal di Kabupaten Situbondo, pihaknya sengaja melakukan kerjasama dengan Kantor Bea dan Cukai Jember.”Selain itu, kegiatan Sidak ini juga sesuai dengan  amanat Peraturan Menteri Keuangan atau PMK Nomor 222 Tahun 2017,”ujar Hendrayono,  Selasa (3/9/2019).

Menurutnya, dalam Sidak  rokok ilegal tersebut, petugas gabungan menyisir sejumlah toko, dan warung yang tersebar dipelosok  desa  yang tersebar pada sembilan kecamatan di Kabupaten Situbondo.”Namun, dalam sidak tersebut, petugas gabungan berhasil mengamankan sebanyak 2.122 bungkus rokok ilegal atau tanpa dilengkapi dengan pita rokok,”kata Hendrayono.

Sementara itu, Kasubsi Intelijen Bea dan Cukai Kabupaten Jember  Yonny Haryono mengatakan,  ada lima kategori rokok ilegal diantaranya, rokok polos tanpa pita cukai, rokok dengan pita cukai palsu, rokok dengan pita cukai bekas, rokok yang salah personalisasi dan rokok yang salah peruntukan.

“Lima kategori ilegal tersebut kita edukasikan kepada masyarakat khususnya para pedagang. Jadi,  dalam razia ini. Selain untuk mengantisipasi peredaran rokok ilegal, dan juga  sekaligus upaya mengedukasi kepada masyarakat,” terang  Yonny Haryono.

Menurutnya, untuk sementara,  pihak Bea dan  Cukai masih memberikan toleransi kepada para pedagang yang menjual rokok ilegal. Namun, jika    dalam razia kedua kalinya mereka diketahui masih menjual rokok ilegal, pihaknya  akan mengenakan  sanksi pidana karena telah melanggar Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2000 tentang Cukai,  dengan ancaman 1 tahun penjara.

“Untuk kategori rokok polos tanpa pita cukai, rokok dengan pita cukai palsu dan rokok dengan pita cukai bekas, ancamannya 1 tahun penjara,”pungkasnya.(fat)




Loading Facebook Comments ...