Search

Pikap Tabrak Truk Fuso di Jalur Pantura Situbondo, Satu Orang  Tewas 

Kendaraan Pikap mengalami rusak berat akibat menabrak truk puso di jalur pantura Situbondo. (foto:fat)
Kendaraan Pikap mengalami rusak berat akibat menabrak truk puso di jalur pantura Situbondo. (foto:fat)
Situbondo,reportasenews.com – Diduga mengemudikan dalam kondisi mengantuk, sebuah kendaraan pikap bernopol P 8260 VG menabrak truk fuso bernopol DR 8765 AB  di Jalur Pantura Situbondo, tepatnya di  Jalan Raya Desa Demung, Kecamatan Besuki, Situbondo, Sabtu (10/8/2019).
Akibat tabrakan tersebut, pengemudi pikap bernama Hariono (45), asal Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi tewas dilokasi kejadian, dengan kondisi tubuh sangat mengenaskan, sedangkan sopir truk fuso bernama Amak Irma (40), asal Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), hanya mengalami luka lecet di sebagian tubuhnya.
Selain itu, akibat terjadinya benturan keras antara dua kendaraan bermotor lain jenis tersebut,   bodi depan dan bodi bagian  atas pikap yang dikemudikan oleh korban hancur tak berbentuk. Saat ini, insiden tabrakan yang terjadi pada KM 135 dari arah Kota Surabaya itu, masih dalam penanganan serius penyidik Laka Satuan Lantas Polres Situbondo.
Diperoleh keterangan, insiden tabrakan yang menewaskan korban itu, berawal saat korban mengemudikan mobil pikapnya dari arah timur menuju arah ke arah barat, dengan kecepatan tinggi, namun saat melintas di lokasi kejadian, korban tidak dapat mengendalikan kemudinya, dan langsung menabrak kendaraan truk fuso yang melaju dari arah berlawanan.
Bahkan, saking kerasnya benturan kedua kendaraan lain jenis  tersebut, pikap yang dikemudikan oleh  korban masih berjalan, dan baru berhenti setelah menabrak pagar tembok sekolah SD Negeri Demung, Kecamatan Besuki, yakni sekolah SD yang ada di sekitar lokasi kejadian.
“Saat kejadian, saya sedang duduk di ruang tamu di perumahan sekolah. Selain itu, saat kejadian para siswa juga masih belum datang ke sekolah, sehingga para siswa terhindar dari peristiwa tabrakan tersebut,”ujar Sasmito, salah seorang guru SD Negeri Demung, Kecamatan Besuki, Situbondo, Sabtu (10/8/2019).
Kanit Laka Polres Situbondo Ipda Teguh Santoso mengatakan, dugaan sementara, tabrakan yang menewaskan korban Hariono, karena korban mengemudikan dalam kondisi mengantuk berat, sehingga saat melintas di lokasi kejadian, korban Hariono tidak dapat mengendalikan kemudinya.
“Sehingga pikap yang dikemudikan oleh korban Hariono  langsung menabrak truk fuso, yang melaju dari arah berlawanan,”ujar Ipda Teguh Santoso.
Menurutnya, meski dugaan sementara korban mengemudikan dalam kondisi mengantuk, namun untuk mengungkap penyebab tabrakan tersebut, dua kendaraan bermotor yang terlibat tabrakan langsung diamankan di kantor unit laka Polres Situbondo.
“Selain itu,untuk memastikan tentang penyebabnya, petugas juga melakukan olah TKP dilokasi kejadian, serta akan memanggil sejumlah saksi untuk diminta keterangannya,”pungkasnya.(fat)



Loading Facebook Comments ...