Search

Pol Airud Polda Kalbar Gerebek Pabrik Mini Kayu Hasil Pembalakan Liar di Sungai Landak

lokasi swamil dan kayu gelondongan yang diangkut melalui jalur sungai
lokasi swamil dan kayu gelondongan yang diangkut melalui jalur sungai

Pontianak, reportasenews.com – Kembali Ditpol Airud Polda Kalimantan Barat menemukan lokasi penyimpanan dan olahan kayu Ilegal di Sungai Landak. Kayu kayu ini masih berbentuk gelondongan dan sebagian telah digergaji menjadi kayu olahan dan siap dipasarkan. Kayu kayu ini hasil kegiatan pembalakan liar. Pengerebekan aktifitas pembalakan liar ini patut apresiasi karena bertepatan dengan peringatan Hari Hutan Internasional.

Setiap tahun hutan Indonesia menyusut cepat atau hilang mencapai 684.000 hektar akibat pembalakan liar dan kebakaran hutan yang terjadi hampir setiap tahunnya. Padahal Hutan Indonesia merupakan hutan yang menduduki urutan ketiga terluas di dunia dengan hutan tropis dan sumbangan dari hutan hujan (rain forest) Kalimantan dan Papua.

Terbongkarnya aktifitas pembalakan liar ini ketika anggota Subdit Gakkum Polairud Polda Kalbar menggerebek lokasi yang dijadikan tempat untuk melakukan pengolahan dan menyimpan kayu illegal di Dusun Penyagek II, Desa Agak, Kecamatan Sebangki, Kabupaten Landak, Sabtu (14/3). Dan di lokasi swamil ini petugas menemukan tumpukan kayu yang sudah diolah dengan pemilik berinsial EA.

kayu kayu hasil pembalakan liar yang telah diolah dan siap dipasarkan

kayu kayu hasil pembalakan liar yang telah diolah dan siap dipasarkan

Diketahui semua kayu berupa gelondongan dan gergajian ini  tanpa dilengkapi dengan ijin yang sah.  Direktur Polaiurd Polda Kalbar melalui Kasubdit Gakkum AKBP, Jamhury mengatakan bahwa dilokasi anggotanya berhasil  mengamankan tumpukan kayu olahan yang berukuran 10 m3 dan 100 batang kayu olahan lainnya.

“Berlokasi di Perairan sui Landak, Dusun Penyengak II desa Agak Kecamatan Sebangki kabupaten Landak, telah ditemukan tempat penyimpanan dan pengolahan kayu illegal. Pelaku atau pemilik tempat tersebut kita amankan karena tidak dapat menunjukan surat ijin,” beber Jamhury.

Ia melanjutkan pelaku saat ini berada di mako Dit Polairud untuk diperiksa lebih lanjut dan barang bukti sudah digeser ke dermaga Polairud Polda Kalbar.

Jamhury juga menghimbau kepada masyarakat Kalbar untuk tidak melakukan pembalakan liar dan lebih menjaga hutan di Kalbar.  Karena pelaku yang melakukan pembalakan liar dapat terancam dengan Tindak pidana UU No. 18 Tahun 2013, tentang Pencegahan & Pemberantasan Perusakan Hutan (P3H) Pasal 83 Ayat (1) huruf b jo pasal 12 huruf e dan/atau pasal 87 ayat (1) huruf b jo pasal 12 huruf l. (das)




Loading Facebook Comments ...