Search

Polda Jateng Bongkar Kuburan Korban Malpraktek Operasi Amandel

Polisi membongkar makam Yoyok Agung Setyawan (31), yang  tewas dugaan malpraktek operasi amandel.  Warga Kedawungrejo Desa Rowokembu Kecamatan Wonopringgon, Pekalongan, Jatim, tewas di RSUD Kab, Batang.
Polisi membongkar makam Yoyok Agung Setyawan (31), yang tewas dugaan malpraktek operasi amandel. Warga Kedawungrejo Desa Rowokembu Kecamatan Wonopringgon, Pekalongan, Jatim, tewas di RSUD Kab, Batang.

Pekalongan,reportasenews.com – Polisi membongkar makam Yoyok Agung Setyawan (31), yang  tewas dugaan malpraktek operasi amandel.  Warga Kedawungrejo Desa Rowokembu Kecamatan Wonopringgon, Pekalongan, Jatim, tewas di RSUD Kab, Batang.

Autopsi jenazah Yoyok ini, dilakukan oleh Tim Dokter Forensik Polda Jateng yang dipimpin AKBP Dr Asti, Jum’at (03/02). Autopsi yang berlangsung satu setengah jam itu, diperlukan petugas kepolisian guna mengetahui penyebab kematian korban.

AKP Aries Tri Hartanto, Kasubag Humas Polres Pekalongan, menjelaskan aotupsi dilakukan di makam Desa setempat dan berjalan lancar. Bahkan, pihak keluarga tampak dalam proses aotupsi tersebut.

“Yang jelas, autopsi ini memang harus dilakukan guna mengetahui penyebab kematian korban. Apakah meninggal dengan tidak wajar, terkait laporan keluarga adanya dugaan mal praktik,” Jelas AKP Aries Tri Hartanto.

Kematian Yoyok yang diduga akibat malpraktik ini, berawal saat korban harus menjalani operasi kecil, yakni operasi amandel di RSUD Kalisari Batang, pada Kamis (26/01),  lalu.

Padahal, sebelumnya kondisi korban sehat. Bahkan, korban sendirilah yang menyetir mobil hingga sampai ke rumah sakit tersebut. Karena dianggap janggal inilah, istri korban yakni Lian Murdianingsi, lantas melaporkan ke Polres Batang.

Kapolres Batang, AKBP Juli Agung Pramono,  menjelaskan saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus dugaan malpraktik , dengan memintai keterangan saksi-saksi.

“Tadi telah dilakukan autopsi, dan kita tunggu hasilnya nanti,” Jelas AKBP Juli Agung Pramono.

Sementara itu, terkait dugaan malapraktik yang melibatkan dokternya, pihak managemen RSUD Kabupaten Batang berupaya untuk menyelediki sebab dan musabab peristiwa tersebut.

Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran ( MKEK ) Kabupaten Batang, Budi Setiaji mengatakan, pihak MKEK masih menelusuri dugaan tindakan malpraktek yang dilakukan oleh dokter “R” dan “S” terhadap pasien amandel Yoyok.

Menurutnya,  Yoyok Agung Setiawan (31) meninggal setelah menjalani operasi di ruang recovery dan dipindahkan ke ruang bangsal pada Kamis (26/1) dan selang dua menit pasien mengalami sesak napas dan meninggal.

Untuk langkah selanjutnya, MKEK saat ini tengah menunggu hasil dari autopsi yang dilakukan petugas kepolisian.

“Jadi, saat ini kami masih menelusuri kondisi pasien dari sebelum dan sesaat setelah dilakukan proses operasi, dan hingga saat dilakukan peralihan ke ruang recovery dan ke bangsal,” katanya.

Menurut dia, tahapan penelusuran atas dugaan maplpraktek ini terus dilakukan oleh RSUD.

Namun demikian, Budi Setiaji, masih mempercayai pihak dokter pasti akan melakukan sesuai SOP (Standar Operation Prosedure).

Disisi lain, Budi Setiaji menegaskan, bila kondisi pasien memang terganggu sebelum dilakukan operasi, maka tindakan operasi pasti akan ditunda atau tidak dilakukan operasi. (RB)

 




Loading Facebook Comments ...