Search

Polda Kalbar Siapkan Gelar Pasukan Amankan Pilkada Serentak

Polda Kalbar menyelenggarakan simulasi Tactical Floor Game (TFG) melibatkan kekuatan 1.734 personel. Pengamanan dilakukan untuk menciptakan suasana aman dalam pelaksanaan pemungutan suara yang akan dilaksanakan tanggal 15 Februari 2017. (ds)
Polda Kalbar menyelenggarakan simulasi Tactical Floor Game (TFG) melibatkan kekuatan 1.734 personel. Pengamanan dilakukan untuk menciptakan suasana aman dalam pelaksanaan pemungutan suara yang akan dilaksanakan tanggal 15 Februari 2017. (ds)

Pontianak, Reportasenews.com – Dalam rangka pengamanan Pilkada Walikota Singkawang dan Bupati Landak, Polda Kalbar menyelenggarakan simulasi Tactical Floor Game (TFG) melibatkan kekuatan 1.734 personel.

Terkait kesiapan tersebut sebelumnya telah dilaksanakan berbagai kegiatan pelatihan antara lain Perlawanan terorisme oleh Brimob Di Mapolresta Pontianak, Sispam Kota Singkawang, Sispam Mako Dan Simulasi Pam TPS dan Latihan Simulasi Tactical Floor Game (TFG) di Kota Singkawang.

Latihan itu sendiri dipimpin langsung Kapolda Kalbar Irjen Pol Musyafak, yang akan ditindak lanjuti dengan latihan Dengan Pasukan (Depas) menggunakan Sistim Aplikasi  melalui program SSC (Singkawang Command Center).

“Latihan Depas tersebut akan dilaksanakan sekaligus dilakukan gelar peralatan antisipasi unjuk rasa ataupun bentrok saat Pilkada berlangsung. Meski begitu, anggota polri yang melakukan pengamanan Pilkada 2017 nanti tidak dibekali senjata api,” kata Kapolda Kalbar Irjen Pol Musyafak.

Pengamanan dilakukan untuk menciptakan suasana aman dalam pelaksanaan pemungutan suara yang akan dilaksanakan tanggal 15 Februari 2017.

H-2 Pilkada serentak 2017, personel mulai bergeser ke wilayah tugasnya dan H-1 anggota diharapkan sudah berada di tempat pemungutan suara (TPS) untuk memantau kesiapan TPS sekaligus mengenali lingkungan sekitar.

“Saat setelah diberangkat nanti, masing-masing personel segera melakukan pengenalan wilayah, termasuk mengenali ketua KPPS, Ketua PPK, serta TPS-nya. Personel juga harus melakukan pengecekan TPS, memenuhi syarat atau tidak,” papar Musyafak.

“Nantinya masing-masing personel harus ikut memantau saat penghitungan suara di TPS. Anggota harus ikut mencatat, jika perlu meminta fotocopy formulir C1. Hal ini dimaksudkan jika ada sesuatu terkait jumlah penghitungan suara, data yang dimiliki anggota bisa dijadikan bahan pembanding,” tambahnya.

Kaur Litprodok Humas Polda Kalbar Ajun Komisaris Polisi Cucu Safiyudin menyampaikan bahwa untuk Pilkada Walikota Singkawang terdapat 405 TPS, dengan pelibatan personel pengamanan 2/3 kekuatan Polres Singkawang yaitu 303 personel, di back up BKO 100 personel Polda dan TNI 100 Personel.

Sebagai pasukan cadangan 150 personel Polres Singkawang disiagakan di back’up 180 personel dari Polres Bengkayang; Sambas; Mempawah serta TNI 200 personel.

Sedangkan untuk Pilkada Bupati Landak terdapat 1.006 TPS, dengan pelibatan personel pengamanan 2/3 kekuatan Polres Landak yaitu 303 personel, di back up BKO 51 personel Polda dan TNI 50 Personel. Sebagai pasukan cadangan 185 personel Polres Landak disiagakan di back up 62 BKO Polda serta TNI 50 personel.

Menurutnya, pihak Kepolisian sebagai penanggungjawab pengamanan dalam pelaksanaan Pilkada, telah merencanakan pengamanan sedemikian rupa untuk mencegah dan mengantisipasi segala potensi kerawanan yang dapat mengganggu kelancaran pesta demokrasi tersebut.(ds)




Loading Facebook Comments ...