Search

Polda Kepri OTT Pejabat Syahbandar dan Pengusaha

Tim direktorat reserse kriminal khusus (Ditreskrimsus)  Polda Kepulauan Riau menunjukan barang bukti  hasil  operasi tangkap tangan, terhadap oknum pegawai Kantor Syahbandar  dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). (foto:gus)
Tim direktorat reserse kriminal khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau menunjukan barang bukti hasil operasi tangkap tangan, terhadap oknum pegawai Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). (foto:gus)
Batam,reportasenews.com – Tim direktorat reserse kriminal khusus (Ditreskrimsus) dan Polda kepulauan Riau melakukan operasi tangkap tangan, terhadap oknum pegawai Kantor Syahbandar  dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), berinisial TS‎ dan pegawai PT GM ES. ‎Tersangka TS dan ES diamankan, berikut barang bukti, uang 9.200 dolar Amerika Serikat (AS). ‎
Kabid Humas Polda Kepri, Erlangga, Senin (5/11/2018) mengatakan, ‎transaksi itu terungkap setelah Diskrimsus dan Intelkam, mendapat informasi rencana transaksi itu. Dimana akan ada pemberian uang kelancaran dari pihak perusahaan pelayaran kepada pihak KSOP Pulau Sambau, Batam.
“Informasi kita terima, itu uang kelancaran dari ES kepada KSOP TS. Sehingga tim bergerak,” katanya.
Proses pemberian disebutkan, selalu dilakukan di Jakarta. Jadwal pemberian selalu tiap akhir bulan dan sudah berjalan sejak Agustus, September, Oktober, ada dari agen ke KSOP. Kemudian Diskrimsus dan Intelkam, mendapat informasi, bahwa kepala cabang PT Garuda Mahakam, memesan tiket pesawat ke Jakarta, 1 November 2018.
“Berangkat untuk memberikan uang ke Kepala KSOP, Jumat. Kemudian, dilakukan pembuntutan dari Batam ke Jakarta,” jelasnya.
Setelah dilakukan pembutuan, tim Polda Kepri, melakukan operasi tangkap tangan, sekitar pukul 19.30 WIB, di restoran Ganda Ria, City Mall, Jakarta. Dari operasi diamankan, 9.200 dolar AS didalam amplop. “Diserahkan kepala cabang Garuda Mahakam, ke KSOP Pulau Sambu,” katanya.
Atas dasar penangkapan itu, Ditreskrimsus melakukan pemeriksaan dan penggeladahan di perusahaan Mahakam. Demikian dengan penggeladahan di KSOP. Dari PT GM, diamankan tiga unit komputer dan dokumen lainnya.
“Ada beberapa barang bukti yang disita dari tersangka. Seperti tas, handphone, uang tunai 9,2ribu dolar AS, boarding pass dan lainnya”kata Kombes.Erlangga.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui jika pertemuan di Jakarta untuk transaksi sejak Agustus 2018 itu, atas permintaan tersangka ES terhadap TS. “‎Permintaan ES lebih aman di Jakarta,” tambahnya.
Sementara Dirkrimsus Kombes Pol Rustam Mansur mengatakan, terkait total uang sejak transaksi berlangsung Agustus, sedang mereka dalami.
 “Kita amankan juga sejumlah dokumen data transaksi dari kantor KSOP Kelas III Pulau Sambau,” tutup Rustam.(gus)



Loading Facebook Comments ...