Search

Polda Papua Gelar Bedah Buku Intelejen dan Pilkada

Suasana Bedah buku yang di prakarsai oleh Polda Papua yg dihadiri kapolda Papua, Pangdam 17 Cendrawasih , Ketua KPU RI, serta para tokoh masyarakat. ( foto: riy )
Suasana Bedah buku yang di prakarsai oleh Polda Papua yg dihadiri kapolda Papua, Pangdam 17 Cendrawasih , Ketua KPU RI, serta para tokoh masyarakat. ( foto: riy )

Jayapura, reportasenews.com – Kepolisian Daerah Papua menggelar bedah buku “Intelejen Dan Pilkada” karya Stepi Ariani Dosen UI yang menggandeng Mahasiswa Universitas Cenderawasih serta Pemerintah Provinsi Papua dan Kodam 17 Cendrawasih.

Hadir dalam kegiatan yang dilakukan di cafe humbolt entrop Jayapura ini, Ketua KPU Papua, Pangdam 17, Kapolda Papua, dan perwakilan mahasiswa serta tokoh masyarakat dan tokoh ada di Papua yang dipandu secara dialog oleh moderator kondang di papua, Amir Siregar.

Menurut pembuat buku, Stepi Ariani buku ini didedikasikan kepada para sahabat di Papua, karena saya berpikir bagaimana kedepan agar memenangkan pilkada tanpa mengeluarkan uang yang besar karena di papua kalau tidak ada uang milyaran tidak bisa jadi pemimpin.

“Untuk buku ini memang saya tulis untuk tujuan demokrasi di indonesia, khususnya demokrasi di Papua dimana masyarakat luas dapat mengetahui apa itu intelejen secara benar, dan apa kaitannya dengan pilkada, salah satunya adalah Sehebat Apapun calon itu kalau tidak punya jiwa leadership maka dia tidak akan menjadi pemimpin”. Tuturnya.

Kapolda Papua dalam Kata Pengantar Mengapresiasi Buku ini karena mengurai, namun saya tekankan adalah kampanye hitam, karena ini samgat berbahaya.

“saya ingatkan tim sukses dalam kampanye hitam dan produk medsos dapat dikenakan pasal uu ite karena itu sudah masuk dalam ujaran kebencian, jadi kita harus ingatkan kepada tim sukses dan paslon agar selalu mengingatkan hal ini, karena yang seharusnya dilakukan adalah mempromosikan program unggulan bukan kampanye hitam pasangan lain”. Tuturnya.

Pangdam 17 Cendrawasih, Mayjend TNI Elnadus Supit mengatakan antara intelejen dan pilkada itu seperti mata uang, pilkada disitu ada politik dan disitu literatur yang dibaca oleh pembuat buku adalah untuk menjatuhkan kekuasaan yang berjalan.

“kalau ilmu intelejen ada tiga tiga ilmu yaitu penyelidikan dimana ini kita menyelidik tentang lawan kita, dalam pilkada berapa pendukung dia, siapa tim sukses dia dan calon yang akan ikut dia, dan karakter lawan. Pengamanan juga penting dimana calon mengamankan pendukungnya dan dirinya sendiri. Kemudian penggalangan adalah bagaimana kita bisa merebut orang banyak. Jadi memang intelejen sangat luas bisa dipakai dimana saja baik dalam sektor  ekonomi maupun kegiatan politik dengan tujuan merebut kekuasaan dan keinginan tercapai”. Tegasnya.

Sementara itu Ketua KPU Papua, Adam Arisoi Dalam kesempatan ini menyambut baik adanya buku ini, karena buku ini sangat baik untuk kita semua, dimana intelejen kalau gagal berarti semua akan gagal.

“Artinya apa yang dilakukan intelejen sangat berpengaruh pada kerja Kpu di setiap daerah karena dapat mendeteksi daerah rawan yang ada di kabupaten di papua. Sehingga kita dapat meminimalisir konflik di daerah sehingga tema kita mewujudkan pilkada yang aman dan damai dapat benar benar kira wujudkan di papua ini”. Ungkapnya.

Dalam Bedah Buku ini juga dilakukan dialog dan diskusi serta tanya jawab bersama peserta yang hadir oleh kalangan jurnalis, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tokoh adat yang hadir. ( riy )




Loading Facebook Comments ...