Search

Polda Papua Gerebek Tambang Emas Ilegal Asal Cina

Kabidhumas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal Saat memberikan rilis. ( foto : riy ) 
Kabidhumas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal Saat memberikan rilis. ( foto : riy ) 
Jayapura, reportasenews.com  – Direktorat Reserse Kiriminal Khusus Polda Papua melakukan penyidikan terhadap PT. Hanjun Ic yang diduga melaksanakan aktivitas penambangan tanpa memiliki izin usaha pertambangan (IUP) di Kabupaten Nabire sejak Januari 2017 hingga April 2018.
Perusahaan tersebut merupakan milik asing (PMA) yang berlokasi di Kilometer 84 sampai Kilometer 86 Kali Magawo, Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire. Dengan direktur utamanya yakni Shao Yi, dan manager Li Biao.
Kepala Bidang Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal di Kota Jayapura, Kamis (5/7) siang mengungkapkan, penyidikan terhadap PT. Hanjun Ic itu dilakukan berdasarkan laporan polisi dengan nomor LP/144/IV/RES.5.5/2018/SPKT/Papua, tertanggal 30 April 2018.
“Perizinan yang dimiliki PT.Hanjun Ic di lokasi itu adalah surat keterangan yang ditandatangani oleh mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Nabire, Dominikus Pekey, semasa jabatannya,” kata Kamal kepada wartawan di Media Center Mapolda Papua, Kamis (5/7) siang.
Ia menuturkan, tindakan PT. Hanjun Ic telah melanggar pasal 158 UU No.4 tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba. Sementara, tindakan DP yang juga sebagai mantan Kadis Pertambangan dan Energi Kabupaten Nabire telah melanggar pasal 165 UU No.4 tahun 2009 tentang Pertambangan dan Minerba.
Kamal menjelaskan, aktivitas pertambangan di lokasi tersebut telah diberhentikan sementara dengan memasang police line untuk proses hukum lebih lanjut.
“Kita telah melakukan pemeriksaan terhadap 6 orang saksi, juga melakukan penyitaan barang bukti berupa 6 unit Exavator, 5 unit Dumptruck, 3 unit Loader, 2 unit genset, dan 1 unit Screen pengolah emas,” terangnya.
Belum ada penetapan tersangka dalam kasus ini, namun kerugian negara diperkirakan selama beroperasinya perusahaan ini mencapai Rp. 24 miliar.
“Penetapan tersangka atas kasus ini akan dilakukan setelah dilaksanakannya gelar perkara Senin (9/7) depan,” tambah Kamal.  ( riy )



Loading Facebook Comments ...