Search

Polisi Amankan 42 Ribu Pil Koplo dan Menangkap 5 Pengedar  di Situbondo

Kapolres Situbondo AKBP Sugandi, saat memberikan keterangan pers ke sejumlah wartawan di Situbondo. (foto:fat)
Kapolres Situbondo AKBP Sugandi, saat memberikan keterangan pers ke sejumlah wartawan di Situbondo. (foto:fat)

Situbondo,reportasenews.com – Untuk mengantisipasi   peredaran pil  koplo  di Kabupaten  Situbondo, petugas Satreskoba Polres  Situbondo makin gencar  melakukan razia  ke sejumlah tempat,  yang ditengarai sebagai sasaran peredaran pil koplo di Kabupaten Situbondo.

Hasilnya, petugas berhasil mengamankan lima orang tersangka pengedar pil koplo antar daerah di Jawa Timur. Bahkan, dari lima orang tersangka tersebut petugas berhasil menyita barang bukti sebanyak 42 ribu pil koplo siap edar.

Kapolres Situbondo AKBP Sugandi mengatakan, dalam  satu bulan  terakhir ini, pihaknya makin gencar melakukan razia ke sejumlah tempat di Situbondo, untuk meminilisir  peredaran pil koplo di Kabupaten  Situhondo.

“Puluhan ribu pil trek sebanyak itu kita amankan dari tangan 5 tersangka. Penindakan ini dalam tempo hampir satu bulan,” kata Kapolres Situbondo AKBP Sugandi, Kamis (23/1/2020).

Menurutnya, sebanyak 5 tersangka   pengedar pil koplo yang barhasil diamankan itu, rinciannya tiga tersangka diamankan Satuan Reskoba Polres Situbondo. Salah satu tersangka berinisial BAS (23), digerebek di rumahnya di Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo. Dari tangan pria ini, polisi menyita 40 ribuan butir pil koplo.

“Saya mendapat pil koplo tersebut  dari seorang  teman di Jember. Jualnya selain diedarkan biasa, kadang juga dijual secara  partai di Situbondo dan Banyuwangi,” kata BAS saat ditanya Kapolres Sugandi.

Selain Satuan Reskoba Polres, penangkapan dua tersangka pengedar obat-obatan terlarang ini juga dilakukan petugas Polsek Asembagus. Masing-masing berinisial MAI asal Kecamatan Asembagus, dan MM asal Buleleng Bali. Dari tangan kedua tersangka ini, polisi menyita sekitar 2.130 butir pil koplo. Dalam proses penangkapan tersangka ini, polisi sempat menyamar sebagai pembeli.

“Selain puluhan ribu butir pil terlarang, kami juga menyita barang bukti lain. Antara lain, sejumlah uang hasil penjualan, sebuah tas, beberapa ponsel, dan sebagainya,” tandas mantan Kapolres Pacitan itu.

Menurut Sugandi, para tersangka saat ini masih dalam proses penyidikan. Mereka akan dijerat dengan pasal 106 ayat 1 juncto pasal 197 subsider pasal 98 ayat 2 juncto pasal 196 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Ancaman hukumannya cukup berat, yakni pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar.

“Kedepan kami akan terus intensif melakukan langkah-langkah. Di antaranya memberikan penyuluhan dan pembinaan tentang bahaya obat terlarang ini. Termasuk bekerja sama dengan elemen di bawah, mulai dari tingkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, sekolah, dan lainnya. Selain itu, kami juga akan melakukan penegakan hukum secara konsisten,”pungkasnya.(fat)




Loading Facebook Comments ...