Search

Polisi Amankan 5 Kg Sabu yang di Kendalikan Napi dari Dalam Lapas  

sabu seberat lima kilogram dari Malaysia yang dibungkus dengan kemasan teh luar. (foto:das)
sabu seberat lima kilogram dari Malaysia yang dibungkus dengan kemasan teh luar. (foto:das)

Pontianak, reportasenews.com – Sabu seberat 5 kilogram  berasal dari Malaysia berhasil disita dari jaringan narkoba warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pontianak. Polisi geram dengan perbuatan warga binaan yang masih mencoba coba menyelundupkan sabu dan mengendalikan peredarannya di luar Lembaga Pemasyarakatan.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Barat berhasil membongkar kasus narkoba jaringan Internasional yang melibatkan salah satu narapidana Lembaga pemasyarakatan II A Pontianak.

“Sabu seberat 5 kg berhasil diamankan timsus pada Minggu 15 Maret 2020 dari lokasi daerah Parit Mayor Kubu Raya,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar, Kombes Pol Gembong Yudha, Senin (16/3).

Narkoba jenis sabu ini masuk ke Indonesia melalui perbatasan Kuching, Malaysia dan dibawa oleh seorang pria yang menggunakan sepeda motor.

“Tim dari Direktorar Narkoba Polda Kalbar telah melakukan pengungkapan kasus narkoba jaringan Internasional yaitu Malaysia. Diawali dari informasi masyarakat bahwa ada orang yang membawa barang yang dicurigai narkotika dari perbatasan Kuching – Kalbar dengan menggunakan sepeda motor. Jadi tim melakukan pemantuan,” jelas Gembong

Gembong melanjutkan, berdasarkan informasi ciri- ciri dari masyarakat tersebut tim Dit Narkoba Polda Kalbar melakukan pemantauan di jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Ambawang, Kubu Raya.

Hingga akhirnya pada pukul 10.40 WIB, pria dengan ciri-ciri tersebut melintas menuju ke arah Pontianak.

“Tim melakukan pembuntutan dan sesampainya di gerbang parit mayor tim langsung melakukan penangkapan dan pengeledahan terhadap tas bawaan yang bersangkutan yang berinsial M warga Kabupaten Mempawah,” ungkapnya

Dari hasil penggeledahan kepada pelaku pertama, petugas berhasil mengamankan 5 bungkus yang dikemas dengan lakban coklat dan didalamnya dibungkus lagi dengan kemasan teh hijau.

“Dari hasil pemeriksaan dan pengembangan dilapangan, tim mengarah kepada pelaku lain yaitu SK warga Pontianak yang akan menerima sabu tersebut di sebuah minimarket di Parit Mayor dan TF yang merupakan warga Lapas II A Pontianak. Jadi TF ini yang mengontrol transaksi dari lapas, ” terangnya.

Kombes Pol Gembong Yudha menambahkan, bahwa saat ini masih dilakukan pendalaman terhadap jaringan ini. Barang bukti dan ke tiga tersangka saat ini berada di Mako Dit Narkoba Polda Kalbar untuk dilakukan penyidikan. (das)




Loading Facebook Comments ...