Search

Polisi Kanada Berikan Ijin Memakai Jilbab Bagi Anggotanya

Royal Canadian Mounted Police

Kanada, reportasenews.com – Jilbab sekarang menjadi bagian dari seragam resmi Royal Canadian Mounted Police Mounties yang terkenal dengan berseragam merah. Seragam ini sejak lama dikenal sebagai bagian dari identitas nasional Kanada

Wanita Muslim yang melayani bersama Royal Canadian Mounted Police, RCMP, telah diberi dispensasi untuk memakai jilbab saat bertugas.

Menurut laporan media lokal, RCMP menguji tiga variasi yang berbeda pada jilbab tradisional dan akhirnya memilih salah satu yang paling tidak mungkin mengganggu petugas wanita yang menjalankan tugasnya sementara pada saat yang sama merasa nyaman.

Keputusan tersebut disetujui oleh komisaris RCMP dan dikonfirmasi dalam sebuah pernyataan dari juru bicara Menteri Keselamatan Publik, Ralph Goodale.

“Komisioner Royal Canadian Mounted Police (RCMP) baru-baru ini menyetujui penambahan seragam ini,” Scott Bardsley mengatakan. “Hal ini dimaksudkan untuk lebih mencerminkan keragaman di masyarakat kita dan mendorong lebih banyak wanita Muslim untuk mempertimbangkan Polisi Kerajaan Kanada yang Dipimpin sebagai pilihan karir.”

Ada kira-kira 30 kasus perwira RCMP yang meminta beberapa kelonggaran dalam peraturan seragam, kebanyakan pria meminta untuk memakai jenggot sesuai dengan tradisi keagamaan. Sayangnya, belum ada wanita yang melangkah maju untuk memanfaatkan jilbab tersebut.

RCMP bukan yang pertama mengubah pendiriannya berkenaan dengan jilbab untuk wanita Muslim. Pasukan kepolisian metropolitan Toronto dan Edmonton, keduanya di Kanada, telah memberi lampu hijau untuk pemakaian jilbab karena memiliki kekuatan di beberapa negara bagian AS. Mereka juga bisa terlihat dipakai oleh petugas polisi wanita di London, Swedia dan Norwegia.

Perubahan ini dimaksudkan untuk mendorong keragaman di jajaran Mounties yang biasanya mengenakan seragam khasnya sejak tahun 1800-an mencakup topi Stetson, kata pemerintah.

Pakaian itu, yang dengan mudah membedakan Mounties dari petugas polisi jenis lain dan dianggap sayang oleh banyak orang Kanada sebagai simbol identitas patriotik bersama dengan daun maple pada bendera nasional, juga termasuk sepatu berkuda kulit dan tunik merah.

Sementara Mounties sendiri diberitahu tentang kebijakan baru tersebut pada awal tahun ini, namun baru diumumkan secara resmi oleh pemerintah Ottawa minggu ini.

Ini akan terlihat saat Kanada bersikap menentang islamophobia dan menempatkan dirinya terpisah dari negara lain yang tetap tidak nyaman secara politik dengan anggota masyarakat Muslim yang membuat pilihan mereka sendiri tentang pakaian apa yang sesuai dengan keyakinan mereka di mana keadaan.

Secara khusus, Prancis saat ini ambudarul mengenai masalah jilbab setelah sebuah pengadilan di Nice pada hari Senin mendukung larangan yang disebut ‘burkinis’ – baju renang lengkap yang dipilih oleh beberapa wanita Muslim saat mengunjungi pantai – dengan alasan bahwa mereka menyinggung perasaan beberapa orang non-Muslim dan memperburuk ketegangan antara berbagai komunitas agama.

Perancis adalah negara penjajah terbesar diwilayah kantong muslim Afrika dan melakukan genosida perang disana dalam dua ratus tahun terakhir. Wajar jika populasi imigran muslim Afrika di Perancis tinggi, tapi hak mereka sebagai muslim tidak digubris Perancis yang katanya membanggakan slogan negaranya “Liberté, égalité, fraternité”.

Tampaknya slogan Perancis soal “kebebasan dan persamaan” (= Liberté, égalité) itu hanya slogan omong kosong saja karena jika menyangkut hak wanita muslim menjalankan perintah agama memakai jilbab, maka akan dilarang oleh aparat.

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, pada hari Selasa menolak anggapan bahwa negara tersebut pernah menerapkan larangan ‘burkini’.

“Di Kanada, bisakah kita berbicara tentang penerimaan, keterbukaan, persahabatan, pengertian? Ini adalah tentang ke mana kita akan pergi dan apa yang kita alami setiap hari di komunitas kita yang beragam dan kaya,” katanya seperti dikutip oleh AFP, kantor berita Prancis.

RCMP pertama-tama melonggarkan persyaratan seragamnya pada tahun 1990 saat memberi hak kepada petugas Sikh untuk mengenakan turban dan bukan topi Stetson. Itu merupakan langkah yang ditempuh untuk mendongkrak rekrutmen polisi baru. Ada kira-kira setengah juta orang Sikh di Kanada, dengan jumlah terbesar sekitar Toronto.

Menurut laporan media lokal, RCMP menguji tiga variasi yang berbeda pada jilbab tradisional dan akhirnya memilih salah satu dianggap tidak mengganggu petugas wanita yang menjalankan tugasnya sementara pada saat yang sama merasa nyaman.

Keputusan tersebut disetujui oleh komisaris RCMP dan dikonfirmasi dalam sebuah pernyataan dari juru bicara Menteri Keselamatan Publik, Ralph Goodale.

“Komisioner Royal Canadian Mounted Police (RCMP) baru-baru ini menyetujui penambahan seragam ini,” Scott Bardsley mengatakan.

“Hal ini dimaksudkan untuk lebih mencerminkan keragaman di masyarakat kita dan mendorong lebih banyak wanita Muslim untuk mempertimbangkan bekerja di Polisi Kerajaan Kanada sebagai pilihan karir. “

RCMP bukan yang pertama mengubah pendiriannya berkenaan dengan jilbab kepala untuk wanita Muslim. Pasukan kepolisian metropolitan Toronto dan Edmonton, keduanya di Kanada, telah memberi lampu hijau untuk jilbab karena memiliki kekuatan di beberapa negara bagian AS. Mereka juga bisa terlihat dipakai oleh petugas polisi wanita di London, Swedia dan Norwegia. (Hsg)




Loading Facebook Comments ...