Search

Polisi Tangkap Bapak dan Anak Terlibat Kasus Narkoba

Barang bukti 4 kilogram narkoba jenis sabu dan 534 butir pil ekstasi, dari Malaysia yang berhasil disita polisi. (Foto/das)
Barang bukti 4 kilogram narkoba jenis sabu dan 534 butir pil ekstasi, dari Malaysia yang berhasil disita polisi. (Foto/das)

Pontianak,reportasenews.com – Kepolisian daerah Kalimantan Barat bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Barat, kembali mengungkap penyelundupan dan peredaran narkoba dari perbatasan Indonesia – Malaysia, yang termasuk jaringan Internasional dan antar daerah sama satu provinsi.

Polisi berhasil menyita 4 kilogram narkoba jenis sabu dan 534 butir pil ekstasi, yang berasal dari Malaysia.

Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono mengapresiasi pengungkapan kasus peredaran narkoba oleh anak buahnya bersama BNNP Kalimantan Barat.

“Ini merupakan prestasi berkat kolaborasi dan sinergitas Polda Kalbar jajaran bersama BNNP Provinsi sehingga berhasil mengungkap untuk kesekian kalinya kasus peredaran narkoba di Kalimantan Barat,” tegas Didi dalam jumpa pers yang digelar di Mapolda Kalimantan Barat, Rabu (13/3/2019).

Didi mengatakan dari kasus narkoba ini, sebanyak 10 tersangka berhasil diringkus, 5 tersangka ditangkap Direktorat Reserse Narkotika Polda Kalimantan Barat. Dan, 5 tersangka lainnya ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Barat.

“Para tersangka ini ditangkap di tempat yang berbeda, ada yang ditangkap di sebuah hotel di pontianak dan ada yang di tangkap di kawasan Pontianak Timur serta di jalan Trans Kalimantan,” ungkap Didi.

Menurutnya, para tersangka ini adalah pemain lama dalam jaringan peredaran narkoba lintas negara di perbatasan Indonesia – Malaysia di Kalimantan Barat dengan modus penyelundupan yang hampir sama, dengan menyamarkan narkoba di dalam kemasan teh China.

“Diantaranya baru sekali tertangkap, namun ada juga yang warga binaan, artinya peredaran narkoba ini dikendalikan warga binaan di dalam Lapas, namun kurir nya berada di luar Lapas,” ujarnya.

Bahkan diantara para tersangka ini, adalah bapak dan anak yang sama-sama dua kali tertangkap karena kasus narkoba.

“Satu diantara 10 tersangka ini bahkan ada yang telah divonis seumur hidup kasus narkoba. Tetapi ikut terlibat lagi dalam mengendalikan peredaran narkoba,” lirih Didi.

Didi merasa prihatin dengan kasus peredaran narkoba melibatkan jaringan anak muda yang masih memiliki masa depan yang panjang.

“Bayangkan dari pengungkapan kasus 4 kilogram narkoba ini, ada 32.000 jiwa yang diselamatkan. Jika ini terus beredar, entah berapa ribu jiwa yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.

Didi mengajak semua pihak ikut bersama-sama memberantas jaringan peredaran narkoba di Kalimantan Barat, dengan mendorong daya sensitivitas masyarakat untuk segera melaporkan tindakan dan gerak gerik pelaku maupun pengguna narkoba ke aparat kepolisian atau BNNP Kalbar ataupun polsek terdekat serta unit kerja BNNP di kota atau kabupaten.

“Marilah bersama-sama peduli terhadap kasus penyalahgunaan narkoba dan peredarannya. Media ikut juga membantu menyampaikan hal ini, kepada masyarakat agar masyarakat dimana pun timbul sensitivitas terhadap peredaran narkoba yang kian meresahkan ini,” pungkasnya. (das)

 




Loading Facebook Comments ...