Search

Polres Situbondo  Dalami Kasus Human Trafficking Belasan Gadis Asal Bandung 

Belasan wanita PSK yang berhasil diamankan Polres Situbondo. (foto:fat)
Belasan wanita PSK yang berhasil diamankan Polres Situbondo. (foto:fat)
Situbondo,reportasenews.com – Setelah berhasil mengungkap sebanyak 12 gadis asal Bandung, Jawa Barat, yang dipekerjakan menjadi perempuan seks komersial (PSK) di eks lokalisasi Gunung Sampan (GS) Kota Situbondo, Jawa Timur.
Saat ini, penyidik Satreskrim Polres Situbondo,  mulai mendalami kasus dugaan tindak pidana perdagangan manusia atau human trafficking, dalam kasus belasan gadis asal Bandung, yang dipekerjakan sebagai PSK di Kota Situbondo tersebut.
Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Masykur mengatakan, untuk mengungkap kasus dugaan human trafficking tersebut, pihaknya akan melakukan menggelar perkara.”Untuk menentukan arah penyelidikan, karena kemungkinan ada unsur perdagangan manusia,”kata AKP Masykur.
Menurutnya, berdasarkan keterangan belasan gadis asal Kota Bandung, mereka mengaku  datang ke Situbondo secara bergelombang, atas ajakan pasangan suami istri (pasutri) bernama Rahman dan icha, dalam satu bulan terakhir ini. Bahkan, mereka diming-imingi bekerja di salah satu cafe di Kota Situbondo, dengan honor yang cukup besar.
“Makanya, kalau dalam gelar perkara nanti ditemukan adanya dugaan unsur trafficking, kami akan segera terbitkan laporan polisinya. Selain itu, dalam menangani kasus ini, kami akan berkoordinasi dengan BAPAS dan Dinsos Kabupaten Situbondo,”beber Masykur.
Sementara itu, salah seorang gadis asal Bandung berinisial NV (17) mengatakan, untuk meyakinkan para korban, pasutri yang mengaku sebagai pasutri bernama Rahman dan Icha menyodori para korban uang pinjaman non bunga sebesar Rp7 juta. Dengan pengembalian dicicil dari hasil kerja,
“Saya dikasih pinjaman Rp 7 juta. Sebagian sudah saya kirim ke keluarga untuk bayar utang, sebagian saya pakai buat keperluan sehari-hari,”ucap NV di Mapolres Situbondo, Minggu (28/7/2019).
Menurutnya, dirinya baru mengetahui dipekerjaan  eks lokalisasi Gunung Sampan (GS) di Kota Situbondo,  saat sudah di tengah perjalanan menuju Situbondo. Saat itu, Rahman dan Icha memberitahukan,   jika tugas mereka nantinya tidak hanya sebagai joki di tempat karaoke saja. Tetapi juga harus bersedia melayani tamu yang mengajaknya ke dalam kamar.
“Dia baru memberitahu dalam   perjalanan. Saya takut mau pulang lagi karena sudah pamit ke keluarga. Selain itu, saya  tidak punya ongkos buat pulang, sehingga saya dan teman yang lain mengaku pasrah,”imbuhnya.
Lebih jauh NV menambahkan, selama bekerja sebagai wanita menghibur di eks lokalisasi GS Situbondo, namun hasil uang bekerja sebagai PSK itu sebagian disetorkan untuk membayar hutang kepada mucikari.
“Setiap hari saya melayani dua orang tamu, dengan tarif sekali kencan  sebesar  Rp250 ribu  hingga  Rp300 ribu. Bahkan, salah seorang pelanggan saya kadang uang lebih hingga Rp2 juta sekali kencan,”pungkasnya.(fat)



Loading Facebook Comments ...