Search

Polresta Depok Bantah Tahanan Ranmos Tewas di Ruang Penyidik

ilustrasi (foto:ist)
ilustrasi (foto:ist)
Depok,reportasenews.com – Kabar adanya tahanan yang tewas di ruang penyidik Polresta Depok, pada Rabu (14/11) pihak kepolisian Polresta Depok angkat bicara. Lantaran kabar pemberitaan sejumlah media online itu tidak benar. Tersangka tidak meninggal ditangan penyidik, tidak juga meninggal di ruang penyidik.
Hal ini disampaikan Kasubag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus LDP saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (16/11). Polisi membenarkan meninggalnya Ulis, namun membantah jika Ulis tewas saat berada di ruang penyidik. “ Memang betul ada tahanan yang meninggal atas nama Yulius di ruang tahanan hari Rabu jam 12, tapi bukan di ruang penyidik. Jadi kita tekankan, yang bersangkutan meninggal di ruang tahanan. Karena habis waktu itu gelar jumpa pers, yang bersangkutan langsung dimasukkan ke tahanan,” kata Firdaus.
Firdaus menjelaskan, tewasnya Ulis diketahui dari aduan salah satu tahanan kepada piket jaga terkait salah satu tahanan yang tidak sadarkan diri. “ Dari unit Tahti (Tahanan dan Barang Bukti) menghubungi urkes. Dokter datang dan mengecek kondisinya namun sudah meninggal di tempat. Langsung dibawa ke RS Polri untuk visum luar dan dalam,” jelas Firdaus.
Kepolisian pun langsung menghubungi pihak keluarga yang diwakili kakak dan istri Ulis untuk mengecek kondisi korban. Namun, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah Ulis. Dokter pun tidak bisa memastikan penyebab kematian korban lantaran hanya melakukan visum luar. “ Hasil visum sementaranya tidak ada luka luar. Tapi memang ditemukan 2 luka lebam di lengan kiri dan bagian bawah namun tidak bisa disimpulkan penyebabnya karena tidak dilakukan otopsi,” ujar Firdaus.
Firdaus menegaskan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan internal terkait tewasnya tahanan yang baru ditangkap hari Selasa lalu itu. “ Dari Sie Propam sudah lakukan penyelidikan, termasuk meminta keterangan saksi. Dari tahanan ada 3 orang saksi, sementara dari piket jaga ada 6 orang. Termasuk CCTV yang terpasang di setiap kamar juga diperiksa. Mudah – mudahan cepat keluar hasil penyelidikannya,” tambah Firdaus.
Sementara, menanggapi berita di sejumlah portal media online yang menyebutkan pihak keluarga merasa ada keganjilan, Firdaus mengatakan pihak keluarga bisa melapor ke Paminal maupun Propam Polri. “ Namun sampe sekarang tidak ada laporan. Tapi kalau keluarga merasa ada keganjilan silahkan melaporkannya,” pungkasnya.
Setelah sempat dibawa ke RS Polri saat ini keluarga sudah memakamkan ulis di kampung halaman. Pihak kepolisan akan memberitahukan hasil  pemeriksaan yang dilakukan Propam Polresta Depok, terkait tewasnya tahanan tersebut. (Ltf)



Loading Facebook Comments ...