Search

Polresta Depok Setujui Penangguhan Penahanan Nur Mahmudi Ismail

Nurmahmudi Ismail usai menjalani pemeriksaaan di Mapolresta Depok. (foto:ltf)
Nurmahmudi Ismail usai menjalani pemeriksaaan di Mapolresta Depok. (foto:ltf)
Depok,reportasenews.com – Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail akhirnya keluar dari ruang Unit Tipikor Polresta Depok sekira pukul 23.00 WIB. Dengan wajah yang tampak lelah presiden pertama Partai Keadilan (kini PKS) itu tak banyak mengeluarkan pernyataan dari pertanyaan wartawan yang sudah menunggu sejak pagi.
Pencetus program One Day No Rice itu merupakan salah satu tersangka kasus korupsi pembebasan lahan Jalan Nangka yang merugikan negara hingga Rp 10,7 miliar. Dengan menggunakan kemeja berwarna coklat dirinya lebih memilih berjalan dan langsung menaiki kendaraan Inova berplat B 7359 UB untuk meninggalkan Mapolresta Depok.
“Kami telah mengajukan penangguhan penahanan dan langsung diterima pihak penyidik. Dengan begitu klien kami Pak Nur Mahmudi tak ditahan,” ucap kuasa hukum tersangka Nur Mahmudi Ismail, Iim Abdul Halim di Mapolresta Depok, Kamis (13/9/2018) malam.
Iim mengatakan, selama belasan jam diperiksa klien ditanya mengenai seputar pembebasan lahan Jalan Nangka yang nantinya akan dilakukan pelebaran terhadap jalan tersebut. Sebab jalan tersebut akan difungsikan untuk akses utama ke dalam apartemen Green Lake View. “Pertanyaannya masih seputar pembebasan lahan,” katanya.
Sementara itu, pihak Polresta Depok bungkam terkait penangguhan penahanan yang diajukan mantan wali kota dua periode tersebut.
Berdasarkan informasi, proyek pembebasan pelebaran Jalan Nangka Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Kota Depok menelan dana yang berasal dari APBD sebesar Rp 17 miliar pada 2015 lalu. Akan tetapi, proyek tersebut fiktif lantaran akses jalan dengan panjang 500 meter dan lebar enam meter tersebut telah dibebaskan pihak pengembangan apartemen Green Lake View. (jan/ltf)



Loading Facebook Comments ...