Search

Polresta Pekalongan Lanjutkan Perburuan Penangkapan DPO Pemalsu Merek Lois

foto. Ilustrasi.

Jakarta, Reportasenews – Penyidik Polresta Pekalongan melanjutkan perburuan untuk menangkap Ismail Marjuki, tersangka pemalsuan merek Lois. Tersangka diburu setelah  Polda Sulawesi Selatan memasukkan yang bersangkutan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Ismail Marjuki diduga kuat berada di Pekalongan, tempat asal-usulnya.

Upaya penangkapan semula dilakukan langsung penyidik Polda Sulsel. Tersangka tak ditemukan di Sulawesi Selatan dan kabur ke Pekalongan, Jawa Tengah. Untuk itu penyidik Polda Sulsel sudah empat kali terbang ke Pekalongan.

Selama empat hari melakukan pencarian di sejumlah lokasi di Pekalongan dan di Batang, namun tidak membuahkan hasil. Minggu (04/10/20), tim penyidik Polda Sulsel memutuskan meninggalkan Pekalongan kembali ke Makasar dengan tangan hampa.

Agar lebih efektif, penyidik Polda Sulsel telah meminta bantuan secara resmi kepada penyidik Polresta Pekalongan untuk melanjutkan upaya penangkapan.

Ismail Marjuki ditetapkan sebagai DPO oleh Polda Sulsel berdasarkan lembaran Daftar Pencarian Orang Nomor:  DPO/04/IV/2020/Ditreskrimsus, yang diterbitkan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Polda Sulawesi Selatan pada April 2020. Polda Sulsel memulai penyidikan kasus ini berdasarkan laporan Syahrial dari PT Intigarmindo Persada, pemegang merek Lois selaku pihak yang dirugikan oleh aksi pemalsuan merek yang diduga dilakukan tersangka.

“DPO ternyata cukup licin, hingga saat ini belum tertangkap juga. Penyidik Polda Sulsel sudah meminta secara resmi bantuan penangkapan kepada penyidik Polresta Pekalongan,” kata Syahrial, perwakilan pemegang merek resmi Lois saat dimintai tanggapan oleh wartawan, Minggu 4 Oktober 2020. Syahrial selaku pelapor kasus ini, saat ini juga tengah berada di Pekalongan.

Ismail Marzuki ditetapkan sebagai DPO oleh Polda Sulsel berdasarkan lembaran DaftarPencarian Orang Nomor: DPO/04/IV/2020/Ditreskrimsus, yang diterbitkan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Polda Sulawesi Selatan pada April 2020.

Syahrial mengungkapkan, tiga orang penyidik Polda Sulsel telah kembali ke Sulawesi Selatan setelah melakukan upaya perburuan terhadap DPO selama seminggu di Pekalongan.

“Tadi saya menerima informasi bahwa tiga penyidik Polda Sulsel telah kembali ke Sulsel. Nah upaya penangkapan dilanjutkan Polresta Pekalongan, karena sudah dimintai bantuan secara resmi,” ungkap Syahrial.

Ismail Marjuki  diduga kuat bersembunyi di Pekalongan, tempat asalnya. Tersangka memproduksi dan memalsukan celana jean merek Lois di Pekalongan dan menjualnya di Sulawesi Selatan. Tersangka sebelumnya diburu sejak April 2020 di Sulawesi Selatan dan tidak ditemukan karena berpindah-pindah tempat hingga akhirnya melarikan diri ke Pekalongan.

“Tentu penyidik Polresta Pekalongan lebih memahami seluk beluk daerah Pekalongan dan sekitarnya sehingga akan lebih efektif untuk menangkap tersangka DPO,” lanjut Syahrial yang mengaku  mendapat informasi tentang tersangka dari sejumlah pihak yang relevan.

Syahrial juga mengaku telah mendapat sejumlah informasi dari penyidik Polresta Pekalongan yang melanjutkan upaya penangkapan terhadap DPO.

“Tinggal tunggu waktu saja tersangka akan tertangkap karena upaya penangkapan dilakukan tidak saja oleh penyidik Polda Sulsel melainkan juga penyidik Polresta Pekalongan,” kata Syahrial yang mengaku terus memantau perkembangan penangkapan tersangka karena pemalsuan merek ini sangat merugikan PT Intigarmindo selaku pemegang merek resmi Lois.

Untuk itu, Syahrial dari pihak Lois, mengucapkan terima kasih atas respon cepat serta kesungguhan Polresta Pekalongan memburu Ismail Marjuki, tersangka pemalsuan merek Lois.(Tjg)




Loading Facebook Comments ...