Search

Ponpes Sukorejo Situbondo, Jalin Kersama Dengan Universitas Al-Azhar

KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, saat mendampingi mantan Rektor Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.
KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, saat mendampingi mantan Rektor Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Situbondo,reportasenews.com – Pondok Pesantren (Ponpes)  Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Desa Sumberrejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten  Situbondo, Jawa Timur, melakukan  kerjasama di bidang keilmuan dengan Universitas Al-Azhar, Kairo Mesir, Rabu (3/7/2019).

Penandatanganan Memorandum of Understanding  (MoU)  antara Ponpes Sukrejo, Situbondo dengan Universitas Al-Azhar tersebut,   dilakukan aula   di salah satu Ponpes terbesar di Jawa Timur,  yakni   bersamaan dengan kegiatan akbar Haflah Ikhtitam wa al-Dirasah atau kegiatan akhir dari perkuliahan masa akademik 2017-2019.

KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, pengasuh Ponpes Sukorejo, Situbondo mengatakan, ada lima poin kerjasama di bidang keilmuan dengan Universitas Al-Azhar, Kairo Mesir.  Diantaranya, tukar menukar Dosen, mahasiswa, kegiatan, beasiswa antara santri dan mahasantri yang berprestasi dan pengakuan status pendidikan oleh al-Azhar.

”Ini merupakan langkah maju Ponpes Sukorejo, Situbondo,  karena Universitas Al-Azhar merupakan salah satu universitas terbaik di dunia,”kata cucu Pahlawan Nasional  KHR As’ad Syamsul Arifin, Rabu (3/7/2019).

Kiai Azaim menambahkan, Al-Azhar memiliki hubungan diplomasi yang sangat kuat. Bahkan, ketika Al-Azhar memberikan pengakuan kepada lembaga pendidikan dalam  seperti pondok pesantren (Ponpes), maka secara otomatis, dunia internasional akan memberikan perhatian lebih terhadap Ponpes  tersebut.

“Langkah ini merupakan salah satu bentuk  untuk  mengembangkan apa yang kita kenal dengan sistem tradisional pondok pesantren,   agar pondok pesantren   diakui secara luas,”ujar Kiai Azaim.

Sementara itu, Prof. Ibrahim Sholah Sayyid Sulaiman al Hud Hud  selaku mantan Rektor Al-Azhar mengatakan, pihaknya menyambut baik kerjasama tersebut, karena  ada kesamaan keilmuan antara Ponpes  Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo dengan Universitas Al-Azhar. “Banyak sekali kesamaan, khususnya dalam tiga hal,” katanya dengan berbahasa Arab.

Menurutnya, tiga hal kesamaan tersebut, yakni  penyetaraan ijazah yaitu ijazah yang dikeluarkan oleh al-Azhar di Kairo dengan ijazah yang dikeluarkan oleh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Juga pertukaran mahasiswa dan pertukaran pengajar.

Prof. Ibrahim Hud Hud mengaku, bahwa Universitas Al-Azhar membuka kerjasama dengan seluruh universitas di belahan dunia. Ia juga mengaku, semenjak berdiri, Universitas Al-Azhar selalu mengajarkan ilmu moderat kepada seluruh umat manusia.

Sementara itu,  Emil Elistianto Dadak Wakil Gubernur Jawa Timur, sangat   mengapresiasi terobosan yang dilakukan  Ponpes Sukorejo, Situbondo.”Ma’ had Ali adalah pendidikan berbasis pesantren yang disetarakan, dan diakui dengan universitas. Ini adalah terobosan bagi dunia pendidikan kita,”ujar Emil Dardak, saat menghadiri wisuda Ma’had Ali Ponpes Sukorejo, Situbondo.

Menurutnya, ma’had Aly merupakan pendidikan yang memiliki kekhasan. Dimana kurikulum yang diajarkan berbasis pesantren dan kitab kuning. Dosen nya pun dari kalangan ulama dan kiai.

“Ini  merupakan aset bangsa kita.  Karena  lulusan Ma’had Aly ini mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang punya tingkat keilmuan tinggi,”pungkasnya.(fat)




Loading Facebook Comments ...