Search

Port Riders Community Jelajah Ekor Borneo Perkenalkan Surga Tersembunyi di Kalbar

keindahan pantai Temajuk. (foto:das)

Pontianak, reportasenews.com – Port Riders Community yang berada di bawah naungan IPC Pelabuhan Indonesia II cabang Pontianak mengelar bakti sosial yang berbeda  di masa pandemi Covid 19, dengan menempuh perjalanan panjang ke ekor pulau Borneo atau Kalimantan, tepatnya di Dusun Camar Bulan, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, selama dua hari, Sabtu (22/8/2020) – Minggu (23/8/2020).

Kawasan Temajuk, yang berjarak kurang lebih 350 kilometer dari ibukota provinsi Kalimantan Barat, kota Pontianak ditempuh dengan mengendarai sepeda motor. Cuaca  hujan dan panas, dengan kondisi jalan beraspal, tanah, berbatu hingga tebing yang terjal serta turunan yang curam pun harus dilewati oleh para riders yang tergabung dalam Port Riders Community ini.

“Kami berangkat dari kota Pontianak sekitar pukul 07.45 WIB dari kantor Pelabuhan Pontianak dengan jumlah riders sebanyak 22 riders. Dan ini adalah kegiatan jelajah ekor borneo yang dipadukan dengan bakti sosial berupa pembagian bantuan sembako bagi warga terdampak Covid 19 di sepanjang jalan dan rute yang kami lalui,” kata Muhammad Jakir Hakim, founder dari Port Riders Community ini.

Sementara, Asisten Deputi General Manager Pengamanan Pelabuhan, Agus Suryadi, yang juga leader dan founder dari Port Riders Community ini menambahkan, kegiatan bakti sosial ini telah dilakukan sebanyak 10 kali selama masa pandemi Covid 19.

Agus, yang mengendarai Honda PCX ini mengaku kagum dengan keindahan pantai Temajuk yang memiliki karateristik tersendiri yang merupakan pantai terbaik di  Kalimantan Barat. Terlebih rute perjalanan ini sangat panjang dibutuhkan kondisi fit pengendaranya termasuk kondisi kendaraan.

Agus menjelaskan, dipilihnya kawasan Temajuk sebagai target dalam perjalanan ini karena Temajuk memiliki pesona wisata pantai yang alami dan segar. Ada beberapa banyak penginapan atau homestay sehingga memudahkan para riders dapat melepas lelah selama perjalanan, dengan beristirahat yang cukup diselingi dengan hiburan yang ada di tempat ini.

“Bantuan berupa kantong-kantong sembako ini disebar di beberapa titik, mulai dari Pemangkat, kota Sambas, hingga kawasan paling jauh yakni Temajuk yang menjadi finish dari touring kali ini. Jumlahnya mencapai 100 paket termasuk pakaian layak pakai,” jelas Agus.

“Saya pikir Temajuk salahsatu destinasi yang unggul, air lautnya jernih dengan warna biru menyala, terlebih disini ada beragam jenis penginapan dengan pemandangan eksotik yang berhadapan langsung dengan pantai dan debur ombak yang tenang di laut lepas. Sungguh menakjubkan, terlebih keramahtamahan warganya yang menyambut, dan disini juga ada WI-FI sehingga pengunjung bisa berselancar ria di dunia maya, terhubung dengan rekannya yang jauh di luar,” kata Faisal, salahsatu peserta rombongan ini.

Hal senada juga disampaikan Andika, Pantai Temajuk tak kalah indah dengan pantai-pantai di pulau lain di Indonesia. Bahkan gugusan pulau dengan batu-batu granit besar dapat dilihat begitu indah, terutama di kala senja di saat cuaca cerah.

“Sayangnya pas berada di Temajuk, kami di guyur hujan, begitu juga keesokan paginya masih hujan, meski demikian alami keindahan pantai Temajuk dengan gugus bebatuan di pantainya serta hamparan hutan mangrove, menyejukan serta menenangkan pikiran,” tutupnya.

Perlu di ketahui, sepanjang pantai Temajuk yang berbatasan dengan Teluk Melano, Malaysia Timur ini adalah salahsatu pusat persinggahan penyu hijau untuk bertelur. Kawasan ini sudah lama menjadi magnet bagi pemburu telur penyu, namun berkat kesadaran yang tinggi akan perlindungan satwa yang dilindungi, warga kini sama-sama menjaga kelestarian penyu.

Bahkan saat momen penyu-penyu ini singgah di pantai pada bulan Juni hingga September, menjadi daya tarik wisata yang mengagumkan karena dapat berinteraksi dan melihat langsung proses penyu bertelur.

Selain penyu, ada beragam potensi hasil laut yang dipetik warga sekitar, seperti lobester, teripang, dan bahkan ubur-ubur.Bahkan kini banyak tempat seperti pondok tempat penangkaran ubur-ubur. Tentu ubu-ubur menjadi asing bagi warga Indonesia, jadi tak heran, ubur-ubur ini diambil masyarakat Temajuk kemudian dikumpulkan selanjutnya diekspor ke Jepang, Korea, China, Taiwan dan Hongkong, sebagai bahan makanan hingga kosmetik.

Panen ubur-ubur biasa berlangsung pada bulan Maret hingga April disaat musim angin kencang telah usai dan ombak sedikit tenang.
Dari perjalanan ini, Port Riders Community berencana melanjutkan aksi bakti sosial selanjutnya ke kota Sintang, Kalimantan Barat.

Dan selama perjalanan selain disuguhi keindahan alamnnya, selain pantai juga kawasan pegunungan seperti Taman Wisata alam Gunung Melintang, dan Taman Wisata alam Gunung Asuansang yang berada di beranda terdepan negara di Kecamatan Paloh dan Sajingan Besar.

Tentu dengan rasa syukur dengan keindahan aam yang disuguhkan  dengan selingan tawa lepas dan kebahagiaan para riders agar terus mempererat tali silahturahmi sesama anggota sekaligus memperkenalkan destinasi wisata alam di Kalimantan Barat. (das)




Loading Facebook Comments ...