Search

Pramugari Ajak Penumpang Bicara Untuk Menguji Apakah Kita “Waras” Atau Tidak

Pramugari mengajak bicara penumpang untuk menilai apakah  penumpang layak atau tidak terbang?
Pramugari mengajak bicara penumpang untuk menilai apakah penumpang layak atau tidak terbang?

Reportasenews.com – Siapapun yang pernah pergi dengan pesawat terbang pasti saat menginjakan kaki dipintu utama kabin, akan ditegur dengan ramah dengan awak kabin, pramugara pramugari. Seringkali mereka mengundang pembicaraan pendek dengan mulai bertanya soal posisi tempat duduk.

Itu bukan sekedar basa basi keramahan awak kabin kepenumpang. Mereka mengajak kita bicara sekaligus melakukan pengecekan rutin tentang siapa diri kita, apakah kita termasuk penumpang yang aman dibawa didalam kabin? Faktanya, ada penumpang yang dianggap akan berbahaya dalam penerbangan sehingga harus diketahui sejak dini saat boarding ke kabin, dan caranya dengan mengajak mereka ngobrol. Jika berbahaya, maka penumpang itu ditolak ikut terbang.

Awak kabin mengungkapkan hal apa saja yang akan mereka perhatikan saat penumpang mulai masuk kedalam kabin pesawat.

Setiap pramugari dilatih untuk menjaga penumpang tetap aman, dan akan membuat beberapa penilaian cepat untuk memastikan keselamatan itu. Lantas apakah yang diperhatikan pramugari saat penumpang masuk pesawat?

Menurut Janice Bridger, pramugari masa kerja 27 tahun, “Perjalanan udara penuh dengan bahaya yang melekat , seseorang harus selalu waspada dan sadar akan situasi seseorang. Jadi ketika saya menyapa orang, sebaiknya anda percaya bahwa saya selalu mengamati cermat setiap penumpang yang melangkah melalui pintu pesawat terbang.”

Mereka memeriksa apakah Anda mabuk, pramugari akan memperhatikan bagaimana reaksi fisik anda ketika diajak bicara dan mendengarkan seksama setiap kalimat balasan pramugari.

Menurut Sjaak Schulteis, yang merupakan petugas kabin untuk Lufthansa selama 30 tahun, penumpang yang mabuk boleh ditolak masuk ke dalam pesawat.

“Jika seorang tamu yang datang ke kapal mabuk atau mabuk oleh obat apapun, maka dia tidak diijinkan memasuki pesawat. Kita menolak penumpang yang mungkin menjadi bahaya potensial untuk keamanan penerbangan itu. Sejauh ini saya telah menolak empat penumpang dan untungnya didukung oleh purser dan kapten.Semua ini adalah penumpang yang mabuk.”

Bridger setuju. “Jika seseorang tampak mabuk, kami tidak menginginkan mereka di pesawat,” katanya. “Potensi masalah selama perjalanan akan terlalu besar dipertaruhkan.”

Petugas penerbangan Amar Rama mengatakan, “Jika kita perlu mengevakuasi pesawat terbang, tujuannya adalah melakukannya dalam 90 detik, dan saya tidak ingin mempertaruhkan nyawa saya atau orang lain karena orang yang mabuk atau high.”

Mereka memeriksa apakah anda mempunyai tubuh berotot kekar.
“Jika saya melihat seseorang yang berotot, kuat, tegap gagah, sehat secara fisik, saya menghafal wajahnya dan membuat catatan dikepala dimana tempat mereka duduk,” kata Bridger.

“Saya menganggap pria kekar itu sebagai aset penting bagi saya, jika terjadi serangan tak diduga selama penerbangan kediri saya, maka pria tegap itulah tempat saya berlari minta tolong. Bantuan ini bisa meminta membekap atau menahan penumpang yang berbuat onar. Kami berharap hal itu tidak akan pernah terjadi, tapi kami akan mempersiapkannya jika memang terjadi demikian.”

Mereka memeriksa untuk melihat apakah anda mungkin seorang karyawan perusahaan penerbangan yang menjadi penumpang.

Sementara rekan pramugari sering keluar dengan membawa coklat, Bridger mengatakan bahwa dia mencoba untuk “mecari apakah kita memiliki penumpang yang merupakan karyawan maskapai penerbangan, terutama anggota awak yang telah dilatih dalam prosedur penerbangan.”

Dia mengatakan “Mereka telah dilatih dalam apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat, baik medis, mekanik, dan lain-lain. Mereka tahu bagaimana menangani situasi dan juga saya, dan dilatih untuk menjadi anggota tim instan, segera jika diperlukan Mereka adalah sumber yang tak ternilai bagi saya, dan saya ingin tahu siapa mereka, dan di mana mereka duduk. “

Mereka memeriksa apakah anda sakit.
Myriam Mimi, pramugari Condor sejak tahun 1994, mengatakan, “Saya memeriksa apakah mereka mabuk, terbius, sakit, marah atau takut. Itu sangat penting seolah-olah saya memiliki kemungkinan untuk menghindari masalah diatas Atlantik, maka Saya mengatasinya di lapangan, saya menyapa, selamat datang di kapal dan dengarkan bagaimana respon tanggapan mereka. “

Menurut Bridger, “Jika saya memiliki penumpang yang terlihat pucat dan lemas, sakit parah. Kami menyingkirkannya, tidak ada yang menginginkan kuman flu mereka!”

Amar Rama setuju. “Kami berada dalam ruang tertutup, oleh karena itu jika Anda sakit, tidak tepat untuk menyebarkannya kepada orang lain.”

Dia menambahkan bahwa ada orang yang lebih memilih masalah medis serius yang terjadi di lapangan, bukan di udara. “Saya pernah melihat seorang wanita di pintu gerbang mengalami serangan jantung, saya sangat bersyukur hal itu terjadi di lapangan dan tidak saat kami dalam penerbangan. Petugas penerbangan dilatih di CPR, Automated External Defibrillators, keadaan darurat pertolongan pertama, tapi kami tidak bisa mendiagnosa anda atau memiliki keahlian, pengalaman atau perawatan sebagai dokter. “

Awak kabin memeriksa apakah anda takut atau cemas.
Bridger mengatakan pramugari mengawasi siapa saja yang mungkin takut terbang, “dan membutuhkan kata-kata penghiburan dan dorongan.”

Mereka memeriksa kemampuan fisik seseorang.
Menurut Bridger, “Saya mungkin akan menggeser posisi duduk seseorang dari kursi di barisan dekat pintu darurat untuk keluar. Mereka yang boleh duduk disana harus kuat secara fisik mendorong berat (sampai 60 lbs) atau membuka pintu darurat dengan mudah.”

Mereka memeriksa apakah Anda mencoba melakukan perbuatan ilegal.
“Saya pernah melarang penumpang yang mencoba menyelundupkan hewan peliharaan ke dalam dompet atau tas tangan mereka, botol minuman keras didalam tas mereka (minuman keras diperbolehkan selama segel tetap tertutup. Anda tidak bisa menikmati minuman keras selama di pesawat),” kata Bridger. . “Jadi ya, saya harus waspada dan awas, semua tersembunyi di balik ‘sapaan salam’ senyum dan selamat, selamat datang!”

Dia menambahkan, “Saya memiliki waktu cuma 3-4 detik untuk membuat penumpang merasa disambut dan nyaman, dan secara bersamaan saya mampu menilai mereka untuk semua potensi problem yang akan mereka bawa bersama mereka kedalam pesawat, yah, itu butuh kekuatan fokus kita.”

Jadi, sapaan ramah mereka dipintu pesawat bukan sekedar keramahan. Pramugari sedang menilai kita apakah aman dibawa terbang atau tidak. (Hsg)




Loading Facebook Comments ...