Search

Pria di Kota Probolinggo Ini Ditangkap Karena Sebar Ujaran Kebencian pada Presiden RI

AJ saat dilakukan pemeriksaan di Mapolresta Probolinggo Jawa Timur.(foto: istimewa)
AJ saat dilakukan pemeriksaan di Mapolresta Probolinggo Jawa Timur.(foto: istimewa)

Probolinggo, reportasenews.com – Dinilai telah menyebar ujaran kebencian terhadap Presiden RI Joko Widodo, seorang pria warga Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo Jawa Timur, diamankan Polres setempat.

AJ (29) diamankan petugas karena kedapatan tengah mengunggah meme berisi ujaran kebencian di media sosial facebook miliknya. AJ diamankan di tempat kerjanya di Jalan Abdulrahman Wahid, oleh Tim Cyber Crime Polres Probolinggo Kota.

Dalam akun medsos facebooknya, AJ menanggapi komentar dari akun bernama Erman To yang mengatakan “perlu diingat, #ingat Presiden kita# Tdk boleh saling menjatuhkan !! Silahkan adu visi misi, adu program, adu prestasi.

Dalam komentarnya, AJ bertanya “Presiden seng endi mas”. Kemudian ditanya balik oleh Erman To “Looh!! saikii sopo presidene pean cak?? kemudian dibalas oleh AJ dengan mengirim gambar / foto dengan wajah Presiden Joko Widodo bertuliskan PANGERAN NIPUNEGORO disertai komentar Ooohhh iki thoo…. . AJ juga mengirim gambar/foto tersebut lagi di kolom komentar bawahnya dengan menggunakan 3 emoticon menangis tertawa.

Kepada penyidik, AJ mengaku, ia menyebarkan meme itu secara spontan. Tujuannya, tak lain hanya untuk iseng dan bercanda. Ia mengaku menyesal atas tindakan yang ia lakukan dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

“Mohon maaf jika komentar saya tak menyenangkan. Saya jera dan menyesal,”tutur AJ.

Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, pihaknya melakukan penangkapan karena tersangka diduga melanggar Undang-Undang Informasi Teknologi dan Informasi. Dari pengakuan tersangka, ia mendapatkan gambar tersebut dari grup facebook yang dia ikuti kemudian disimpan di Handphone miliknya.

“Kami berharap kasus semacam itu bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial. Setidaknya masyarakat lebih cerdas, jangan menyebar hal yang bisa memecah belah negara ini,”tegasnya.

Atas perbuatannya, AJ dijerat dengan Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 207 KUH Pidana. (dic)




Loading Facebook Comments ...