Search

Pria Miliki Senjata Api dan Senjata Tajam Diciduk, Polisi Dalami Keterkaitan Aksi Kerusuhan 22 Mei

Polisi menunjukan baranag buklti senjata api milik seorang pria. (foto:das)
Polisi menunjukan baranag buklti senjata api milik seorang pria. (foto:das)

Pontianak, reportasenews.com – Polda Kalimantan Barat berhasil mengungkap kepemilikan senjata api yang dikuasai seorang pria berinisial SMS alias YF (49). Pria ini diduga memiliki senjata api, dan senjata tajam serta puluhan butir amunisi secara illegal. Polisi masih mendalami keterkaitan tersangka atas peristiwa kerusuhan yang terjadi baru baru ini di kota Pontianak maupun di Jakarta.

“Berawal informasi terkait pria yang diduga memiliki senjata api, Sabtu tanggal 19 Oktober sekitar pukul 03.00 WIB, tim berhasil mengamankan pelaku saat pelaku tiba di rumahnya di Jalan Perdana,” Kata Direktur Kriminal Umum Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Veris Septiansyah, saat gelar jumpa pers di  Mapolda Kalbar, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Senin (21/10).

Veris mengatakan, pengungkapan kepemilikan senjata api secara illegal ini untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. Apalagi banyak kasus kejahatan yang menonjol saat ini seperti perampokan bersenjata, perampasan, bahkan kerusuhan. Karena itu polisi terus menyelidiki keberadaan kepemilikan senjata api illegal ini baik pabrikan maupun rakitan di masyarakat.

“Hasil penyelidikan, diketahui tersangka telah memiliki senjata api sejak tahun 2002 dibeli seharga 2 juta rupiah hingga enam juta rupiah. Pengakuan tersangka saat ini, senjata senjata ini digunakan untuk berjaga jaga dan menjaga rumah. Sebagian senjata seperti ketapel dibeli secara online oleh tersangka,” ungkap Veris.

Saat petugas melakukan pengecekan, menemukan satu bilah pisau beserta sarungnya di dalam jok motor yang dikendarai pelaku. Petugas melanjutkan penggeledahan di rumah pelaku, dan menemukan senjata tajam serta senjata api lainnya yang disembunyikan oleh pelaku. Beberapa barang bukti senjata api yang diamankan petugas seperti, satu pucuk senjata api laras panjang rakitan tersangka, satu pucuk senjata api jenis revolver masing-masing kaliber 22mm dan 38mm, satu pucuk senjata api jenis pistol kaliber 9mm.

“Satu senjata api revolver diakui dibeli tersangka dari pengungsi di Pontianak tahun 2002, pasca kerusuhan tahun 1999 di Kalbar,” jelasnya

Sedangkan untuk amunisi yang dimiliki tersangka terdiri dari 10 butir peluru senjata api jenis revolver kaliber 38mm, 60 butir peluru kaliber 22mm, 31 butir peluru kaliber 9mm, serta 609 butir peluru gotri.

“Dari pengakuan tersangka untuk jaga-jaga, tapi kami masih terus mendalami motifnya, kami belum menemukan bukti-bukti ke arah paham ekstrim dan radikalisasi. Dan tersangka ini pernah menjalani masa hukuman 2 tahun dalam kasus serupa,” terangnya.

Sementara berdasarkan keterangan tersangka, Veris mengatakan saat aksi massa yang berakhir ricuh pada tanggal 21 Mei di depan Kantor Bawaslu dan tanggal 22 Mei dini hari di Petamburan, tersangka berada di lokasi kejadian.“Dokumentasi ada semua, dan kita cocokkan memang sama,” ujarnya.

Veris menambahkan, saat ini pihaknya tengah mendalami keterkaitan tersangka dengan aksi massa berakhir ricuh pada 22-23 Mei di wilayah Kota Pontianak. Pasalnya, ditemukan beberapa bukti gotri yang ditembakkan kepada petugas saat kerusuhan tersebut.

“Kita masih melakukan pengembangan apakah senjata ini atau ada yang lainnya saat kerusuhan Mei lalu di Pontianak,” tegasnya.

Tersangka SMS terancam hukuman maksimal hukuman 20 tahun dan seumur hidup, karena kepemilikan sejumlah senjata api yang melanggar pasal 1 ayat 1 dan pasal 2 ayat 1 UU Darurat RI nomor 12 tahun 1951. (das)




Loading Facebook Comments ...