Search

Probolinggo Diresahkan ‘Cek Pecek’, Tiga Pelaku Penipuan Online Ini Diringkus

Probolinggo, reportasenews.com – Satreskrim Polres Probolinggo, Jawa Timur, akhirnya berhasil meringkus tiga orang pelaku penipuan online yang disebut ‘Cek Pecek’, yang belakangan ini meresahkan warga Kabupaten Probolinggo.

Pelaku penipuan Online ini sudah lama bergrak di jejaring sosial. Tiga pelaku yang diamankan warga Kecamatan Besuk Kabupaten setempat. Ketiganya ditangkap di dua lokasi yang berbeda.

Satu orang yang diduga pelaku penipuan ini bernama AND, ia ditangkap di rumahnya di Desa Alastengah, Kecamatan Besuk. Sedangkan sepasang suami istri yang berinisial M-M dan A-Y berasal dari Desa Sindet Lami, Kecamatan Besuk, keduanya ditangkap di wilayah Kecamatan Kraksaan.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Rizky Santoso mengungkapkan, ketiganya diringkus karna dilaporkan oleh Soleman, warga Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Soleman, melaporkan kepada Polda Selawesi Barat, karna diduga telah ditipu oleh akun fecebook bernama Syafira.

Menurut Rizky, akun facebook Syafira ini menawarkan pinjaman secara online, dengan janji-janji yang mengiurkan, hingga korban Soleman tertarik. Dan akhirnya berkomonikasi melalui Whatsapp.

Dalam kominikasi selanjutnya melalui Wahtsapp, pelaku menawarkan pinjaman online dengan modus koprasi. Hingga korban dimintai persyaratan administari dan diminta mentrnsfer sejumlah uang dari tahun 2019 sampai 2020, hingga korban di rugikan sebasar Rp 472 juta.

Lalu A-S-D lanjut Rizky, pelaku memakai nama palsu  bernama Yanik, dan mengaku sebagai bendahara. Sementara A-I yang menggunakan nama samaran Gunawan, menjelaskan kepada korban bahwa dia adalah pengawal transaksi keuangan.

“Sejak perkenalanya melalui whatsaap itulah korban selalu di minta untuk transfer Rp 500 ribu secara bertahap dan dengan nominal yang jumlahnya bervariasi, hingga korban mencapai kerugian sebesar Rp 472 juta,” terang Rizky.

Dari ketiga pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa beberapa kartu ATM dan buku tabungan yang digunakan pelaku melancarkan aksinya.  Empat ATM lengkap dengan buku tabunganya dari pasutri M-M dan AY, lalu dua ATM dan buku tabungan dari AND.(suf/dic)




Loading Facebook Comments ...