Search

Produksi Kopi Kapiten Pupus, Investasi Miliaran Rupiah ‘Ngambang’

Salah satu tempat produksi Kopi Kapiten yang banyak dikunjungi para penikmat kopi asal Kabupaten Pasuruan. (Foto :abd)
Salah satu tempat produksi Kopi Kapiten yang banyak dikunjungi para penikmat kopi asal Kabupaten Pasuruan. (Foto :abd)
Pasuruan, reportasenews.com – Nasib Kopi Kapiten (kopi khas Kabupaten Pasuruan), Jatim, yang sejak beberapa tahun ini gencar dipromosikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, hingga beragam aktivitas pameran di beberapa lokasi digelar, ternyata produksi kopi yang diidamkan dengan branding mantap, akhirnya lepas dari harapan yang diperjuangkan.
Lepasnya impian yang dinantikan lantaran Kabupaten Pasuruan gagal mendapatkan merek dagang produksi Kopi Kapiten. Disaat Kabupaten Pasuruan gencar mempromosikan kopi yang menjadi unggulan itu. Ironisnya, justru diambil oleh seorang pengusaha asal Pati, Jawa Tengah, yang telah mendaftarkan merek dagang kopi Kapitennya.
Hal itu diakui oleh salah pengusaha kopi yakni Sunaryo, bahwa kopi kapiten mereknya sudah diambil pihak lain.“Kami baru mengetahui saat mengurus perizinan. Merk dagang Kopi Kapiten sudah dimiliki seorang pengusaha dari Pati. Investasi yang sudah terlanjur ditanam sia-sia. Mesin produksi kopi, mangkrak di gudang,” papar Direktur Utama PT Kapiten Jaya Abadi, berbasis di Gempol, Kabupaten Pasuruan ini.
Menurutnya, gagasan untuk memproduksi kopi ini dimulai ketika Pemkab Pasuruan melaunching Kopi Kapiten sebagai kopi khas Kabupaten Pasuruan. Sejumlah teman dekat Bupati Pasuruan ini mendirikan badan usaha yang diproyeksikan untuk produksi masal kopi yang di klaim memiliki cita rasa tinggi dan bahkan sudah mulai dikenal masyarakat hingga ke luar negeri.
Kekhasan kopi Kabupaten Pasuruan karena berada dan ditanam diantara dua gunung berapi yakni Gunung Arjuno dan Gunung Bromo, menjadi andalan Kabupaten Pasuruan. Yang mana kopinya punya rasa berbeda, hingga munculkan home industri yang mampu meningkatkan ekonomi petani kopi yang tersebar di 8 kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Bahkan kapiten mulai dikenal.
Pada 28 Desember 2016, Perkumpulan Petani Kopi Indonesia (Apeki) Kabupaten Pasuruan, mendaftarkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) di Kementerian Hukum dan HAM. Sertifikat Merek yang diperoleh dan berlaku hingga 28 Desember 2026 itu, sebatas pada jasa periklanan, informasi perdagangan dan penyelenggaraan pameran juga penataan etalase toko dan cafe.
“HAKI Kopi Kapiten hanya bisa menjadi pajangan promosi, periklanan dan pameran serta cafe. Kami tidak bisa memproduksi dan menjual Kopi Kapiten ke pasaran lagi dengan merek itu. Kalau tetap produksi Kopi Kapiten, kami bisa komplain dan digugat pemegang merek yang sah,” ujar Mas’ud, yang merupakan pemegang saham PT Kapiten Jaya Abadi.
Dikatakannya, dengan modal awal pembentukan PT Kapiten Jaya Abadi sebesar Rp 1 miliar dan modal ditempatkan Rp 300 juta, sambung Mas’ud, tidak ada lagi yang bisa dikerjakan untuk memulai usaha produksi kopi tersebut. Sejumlah alat mesin pengolahan kopi yang terlanjur dibeli, juga tidak bisa dimanfaatkan lagi.
“Kami sudah tidak bersemangat melanjutkan usaha produksi kopi, kecuali ada kerjasama dengan pemegang merek. Tapi apa mereka mau, karena sudah mampu memproduksi rata-rata 60 ton. Persoalan ini yang menjadi permasalahan. Sehingga secara tak langsung kami mengalami kerugian yang tak sedikit,” beber Mas’ud. (abd)



Loading Facebook Comments ...