Search

Puluhan Siswa SDIT di Depok Keracunan Air 

Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Pondok Duta, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. (foto:fat)
Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Pondok Duta, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. (foto:fat)
Depok,reportasenews.com  – Puluhan siswa-siswi beserta guru di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Pondok Duta, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok keracunan air saat berwudu di sekolah.
Ketua Yayasan Perguruan Islam Pondok Duta Usman Rizal mengungkapkan pihaknya memperoleh laporan kalau air yang digunakan untuk berwudu berbau tinja.
“Laporan itu kami terima pada Rabu (10/10/2018), dugaannya bersumber dari air yang digunakan saat berwudu. Namun kami belum dapat pastikan jika keracunan itu dari air wudu karena Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok sedang melakukan investigasi,” ucap Usman di sekolah, Rabu (17/10/2018).
Usman pun tak mengelak apabila air yang digunakan sejak 1991 lalu itu wanginya seperti tinja. Karena dari jarak beberapa meter saat hendak mengambil wudu untuk berkumur sudah tercium bau tinja.
“Bau tinja, pas mau berkumur sudah tercium kuat wangi. Cuma airnya enggak kotor, warna seperti air biasa. Itu air sudah digunakan dari 1991, setelah dapat laporan langsung kita stop alirannya,” katanya.
Dia menjelaskan, sejak Senin (8/10) sudah ada siswa dan guru yang sakit dengan gejala seperti mual, pusing hingga diare.
Dari 15 siswa yang melangami keracunan air tinja, satu diantaranya terpaksa dirawat di rumah sakit sedangkan sisanya hanya menjalani rawat jalan.

Pihaknya kini masih menunggu hasil investigasi yang dilakukan Dinkes Depok di IPB dan membutuhkan waktu selama 10 hari.

“Hasil uji sampel butuh 10 hari, selain air Dinkes Depok juga mengambil sampel makanan di kantin. Uji sampel Dinkes dilakukan di ITB, sekarang kita masih menunggu hasilnya,” ujarnya.

Selain memutus aliran air yang diduga terkontaminasi, SDIT telah membersihkan enam toren sebagai upaya mencegah korban bertambah.

Untuk kebutuhan air bersih, SDIT kini menggunakan sumur baru yang pengerjaannya rampung pada 2017 lalu dengan kedalaman sekira 50-60 meter.

“Sekarang kami menggunakan air dari sumur yang baru. Kami belum bisa memberi penjelasan karena Dinkes Depok sendiri belum dapat memastikan apakah ini keracunan atau bukan,” tandasnya. (jan/ltf)




Loading Facebook Comments ...