Search

Pusat Studi Terorisme dan Radikalisme PTIK Lemdiklat Polri Berguru ke Polres Gresik

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro saat menerima kunjungan rombongan PTIK Polri. (Foto/didik hendri)
Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro saat menerima kunjungan rombongan PTIK Polri. (Foto/didik hendri)

Gresik, Reportasenews.com – Rombongan Pusat Studi Terorisme dan Radikalisme Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Lemdiklat Polri melakukan kunjungan ke Polres Gresik. Salah satu yang menjadi pembahasan bersama adalah perkembangan gerakan terorisme dan radikalisme di Indonesia.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro didampingi Wakapolres Kompol Dhyno Indra Setyadi dan Kabag Sumda Kompol Budi Idayati serta 25 anggota menyambut para rombongan di aula gedung Mapolres Gresik. Rombongan tersebut, diantaranya, Kombespol J.A Timisela MH, Dr Tigor Sotarduga Sitorus, Dr Supardi Hamid, Drs Radmadsyah Lubis, Ipda Joko Pitoyo dan Bripda Gilang Crisna.

Dalam pertemuan tersebut, AKBP Wahyu menyambut rombongan dari PTIK sekaligus menyampaikan kondisi wilayah Gresik secara umum.

“Wilayah Gresik ini terbagi menjadi 18 kecamatan dan 19 Polsek. Beberapa upaya telah dilakukan guna membekali kemampuan para anggota Reskrim dalam melaksanakan tugas yang bersifat represif,” jelas perwira dengan dua melati di pundak itu, Kamis (28/2/2019).

Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1998  itu menjelaskan terkait perkembangan gerakan terorisme dan radikalisme di Gresik yang sampai saat terus dilakukan deteksi dini terhadap tempat ibadah, sekolah, Pondok Pesantren yang terpapar paham-paham radikalisme.

“Meski demikian, semua potensi gangguan dipastikan sudah dalam pengawasan,” katanya.

Sementara itu, Kombespol J.A Timisela mengatakan bahwa tim ini dibentuk mulai tahun 2018. Tugasnya mengumpulkan data dan menangkal terorisme serta radikalisme di Indonesia, mengingat perkembangannya sekarang semakin canggih.

“Kami sedang mempelajari gerakan cyber terorisme. Hasil sesi tanya jawab dan pengisian kuisioner akan dijadikan salah satu bahan pembahasan di Jakarta terkait gerakan radikal maupun hoax yang dimaksud sesuai pemahaman masing-masing,” tandasnya. (dik)




Loading Facebook Comments ...