Selasa, 17 Januari 2017

Rajutan yang Meneduhkan

Rajutan yang Meneduhkan
Seni payung rajut

SOLO, REPORTASE – Sedia payung sebelum hujan. Ungkapan itu mungkin tak cocok bagi payung-payung cantik ini. Bagaimana tidak? Hampir setiap milimeter permukaannya terdapat lubang, yang pasti akan dengan mudah dilalui tetesan air hujan.

Inilah payung-payung rajut hasil karya para penggemar seni rajut Solo dan sekitarnya. Karya-karya mereka turut dipamerkan dalam Festival Payung Indonesia 2016, yang diadakan di Taman Balekambang, Banjarsari, Solo beberapa waktu lalu.

Komunitas Rajuters Solo, sebagai penggagas lomba ini, telah jauh-jauh hari mensosialisasikan lomba payung rajut ini melalui media sosial. Alhasil, untaian benang wol pun menghiasi rangka-rangka payung yang disediakan Panitia Festival Payung 2016.

Payung rajut di festifal payung 2016

Payung rajut di festifal payung 2016

Berbagai teknik rajut pun terpampang di sana. Ada teknik “granny” atau pun “tapestry”. Untuk pembuatan payung, teknik “tapestry” terasa lebih sulit karena harus menyesuaikan lekukan kerangka payung.

Anastasia Ana, salah seorang peserta, mengaku, meski rata-rata peserta membutuhkan waktu hingga dua pekan untuk menyelesaikan satu payung, dia mampu menuntaskan pekerjaan yang rumit ini dalam sepekan.(Elias Widhi)

 

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel Reportase News. Untuk mendapatkan informasi terupdate, silakan berlangganan newsletter kami melalui kolom email di bawah ini.

No Responses

Loading Facebook Comments ...