Search

Ratusan CJH Asal Kabupaten Situbondo, Ikut Manasik Massal Pertama 

Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Situbondo, Senin (28/5)  mereka mengikuti  manasik bagi para calon jamaah haji di Kementerian Agama. (foto:fat)
Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Situbondo, Senin (28/5) mereka mengikuti manasik bagi para calon jamaah haji di Kementerian Agama. (foto:fat)
Situbondo,reportasenews.com – Sebanyak 476 orang Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Situbondo, Senin (28/5)  mereka mengikuti  manasik bagi para calon jamaah haji (CJH), yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Situbondo.
Kegiatan pengenalan tentang tata  cara melaksanakan rukun islam ke lima kepada ratusan CJH asal Kabupaten Situbondo tersebut,  yakni melaksanakan ibadah haji itu, difokuskan  di GOR Baluran milik Pemkab Situbondo.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Situbondo, Atok Illah mengatakan, manasik adalah pemberian bimbingan kepada para jamaah. Di dalamnya diberikan teori terkait syarat, rukun, serta sunnah haji. “Semua Syarat-syarat yang menjadikan bisa melaksanakan kewajiban berhaji, disampaikan semua hari dalam manasik haji tersebut,”kata Atok Illah, Senin (28/5).
Menurutnya, diharapkan dengan pelaksanaan bimbingan haji tersebut, CJH asal Situbondo lebih mandiri. Artinya, ketika mereka sampai di tanah Suci Mekkah nanti, mampu menjalankan ibadah haji tanpa dibimbing oleh petugas.
“Ketika lepas dengan rombongan misalnya, tetap bisa melaksanakan rukun dan syarat haji. Oleh karena itu, kami melaksanakan manasik haji, dengan tujuan memberi bekal kepada para CJH,”bebernya.
Sementara itu, selain dari Kemenag Situbondo, materi manasik juga disampaikan oleh pegawai dari kantor wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Jatim. Dalam kesempatan ini, para pemateri menyampaikan semua hal yang berkaitan dengan ibadah haji.
Atok Illah menerangkan, usai manasik masal, akan dilanjutkan dengan manasik di tingkat Kantor Urusan Agama (KUA) di tiap-tiap kecamatan. Rencananya, manasik yang dilaksanakan setelah Bulan Puasa itu akan digelar sebanyak enam kali.
Peserta manasik di KUA, minimal pesertaya 45 jamaah. Di kecamatan yang tidak sampai 45 orang, maka akan digabungkan dengan kecamatan lain. “Misalnya, Kecamatan Besuki yang merger dengan Kecamatan Sumbermalang dan Kecamatan Banyuglugur,” kata Atok Illah.
Selain itu, akan ada juga manasik masal II. Atok Illah menerangkan, bimbingan kedua tersebut berupa praktik langsung. “Kalau sekarang inikan masih teori. Insyallah, nanti digelar di stadion,” pungkasnya. (fat)



Loading Facebook Comments ...