Search

Ratusan Jamaah Umrah Merasa Ditipu First Travel

Logo perusahaan Biro Umrah Frist Travel. (foto: kaskus)
Logo perusahaan Biro Umrah Frist Travel. (foto: kaskus)

Jakarta, reportasenews.com – Ratusan calon jamaah umrah menjadi korban merasa ditipu dan dipermainkan Biro Umrah dan Trafel First Travel. Para jamaah merasa dipermainkan First Travel karena mereka berkali-kali gagal berangkat ke Tanah Suci Mekkah menjalankan ibadah Umrah.

Yunita Nuraini, warga Malang Jawa Timur, Salah seorang korban First Travel mengatakan dirinya sudah setehun lalu melunasi pembayaran ke First Travel untuk Umrah bersama kedua orang tuanya serta salah satu tantenya, namun hingga saat ini belum juga diberangkatkan.

“Saya sudah membayar setahun lalu, rencananya berangkat bersama dua orang tua saya bapak dan ibu dan tante saya, namun hingga kini ditunda terus keberangkatan saya dan keluarga, entah sampai kapan berangkatnya pihak First Travel juga belum dapat memastikan,” ujar Rani yang tinggal di Jakarta tersebut, Rabu (17/5).

Surat edaran dari pihak managemen First Travel

Surat edaran dari pihak managemen First Travel

Menurut Rani yang menjadi korban janji-janji First Travel jumlahnya cukup banyak, tidak hanya dari Malang saja. “Kelompok saya saja ada seratusan jamaah, belum daerah lain, seperti Jakarta dan Kalimantan,” tambah Rani.

Rani mengaku sudah kali ketiga pihak First Travel menunda keberangkatan jamaah, yang pertama Februari 2017, lantas pada April 2017 dan penundaan ketiga adalah pada Mei 2017.

“Kami djanjikan berangkat pada 19 Mei mendatang ternyata kami mendapat surat edaran, bahwa keberangkatan ditunda lagi,” ujar Rani.

Menurut Rani, surat edaran yang dikirim First Travel terakhir, menjanjikan keberangkatan jamaah Umrah pada 27-28 Mei mendatang, namun, janji itu juga masih dalam estimasi. Alasan pihak First Travel karena pengurusan Visa dan Mofa belum selesai.

Wahyu salah seorang calon jamaah Umrah lewat First Travel juga merasa dipermainkan oleh pihak biro perjalanan Umrah dan Haji tersebut. Wahyu mengaku sudah bolak balik terbang ke Bandara Juanda ternyata tidak jadi berangkat ke Arab Saudi untuk Umrah.

“Saya sudah dua kali terbang dari Bandung ke Surabaya PP namun batal pergi Umrah,” ujar Wahyu.

Menurut Wahyu, tidak hanya dirinya, banyak jamaah dari Kalimantan juga mengalami hal serupa, bahkan jamaah Umrah First Travel dari Kalimantan itu, terbang ke Surabaya dan menginap di hotel atas biaya sendiri.

“Mereka terpaksa kembali ke daerahnya masing-masing dengan menanggung biaya sendiri. Sementara pihak First Travel tidak mau bertanggung jawab,” ujar Wahyu.

Yang paling dirasakan merugikan bagi Wahyu yakni proses izin ibadah Umrah di instansinya tidak mudah. “Saya juga sudah pamitan ke anak buah, hingga kini belum berangkat juga,” ujarnya.

Pihak First Travel belum berhasil dikonfirmasi, Dumariani, Management Frist Travel ketika dua kali dihubungi lewat nomor ponselnya tidak diangkat.(ham)




Loading Facebook Comments ...