Search

Ratusan Siswa SMP Situbondo, Mendapat Pelayanan Kesehatan Mata Gratis 

pelayanan kesehatan mata dan pemberian kacamata gratis kepada sebanyak 520 siswa SMP di Situbondo.(foto:fat)
pelayanan kesehatan mata dan pemberian kacamata gratis kepada sebanyak 520 siswa SMP di Situbondo.(foto:fat)
Situbondo,reportasenews.com – Selain melakukan operasi katarak, pelayanan kesehatan mata dan pemberian kacamata secara gratis. Namun, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Merangkul Rakyat Kecil (LPM Merak) Situbondo, juga memberikan pelayanan kesehatan mata dan pemberian kacamata gratis kepada sebanyak 520 siswa SMP di Situbondo.
Tiga lembaga pendidikan SMP di Kota Situbondo, yang mendapat pelayanan kesehatan mata gratis. Masing-masing adalah, siswa SMP Negeri 1 Situbodo sebanyak 320, sedangkan sebanyak 200 siswa  SMP Islam Wali Songo, dan SMP Islam Mambaul Hikam.
Bahkan, ratusan guru pada tiga lembaga pendidikan SMP di Kabupaten Situbondo tersebut, mereka juga mendapat pelayanan kesehatan mata dan kacamata gratis dari LPM Merak, yang dibina langsung oleh Wabup Situbondo Yoyok Mulyadi.
Ketua LPM Merak Situbondo Kamarul Muniri mengatakan, selain melakukan operasi katarak, operasi protesa dan pelayanan kesehatan mata serta pemberian kacamata gratis kepada sebanyak 2.000 warga Situbondo.
“Namun, dalam kegiatan sosial tahun 2019 ini, kami juga memberikan pelayanan kesehatan mata dan pemberian kacamata gratis kepada ratusan siswa SMP  di Situbondo,”ujar Kamarul Muniri, Sabtu (9/2/2019).
Menurutnya, LPM Merak Situbondo sengaja memberikan pelayanan kesehatan mata secara gartis  kepada para siswa SMP di Kabupaten Situbondo.”Dengan tujuan untuk menjaring dan  mencegah  penderita penyakit mata  sejak dini di Kabupaten Situbondo,”kata pria yang akrab dipanggil Arul.
Sementara itu, Nengah Sareasa, koordinator screening  Yayasan John Fawcett Foundation (JFF) Bali mengatakan, sekitar  dua persen ratusan siswa yang mendapat pelayanan kesehatan mata gratis dalam program school screening LPM Merak Situbondo, meereka mengalami kelainan  refraksi.
“Selain akibat trauma maupun karena sering nonton TV pencahayaan yang kurang baik, namun faktor dominan para siswa yang mengalami kelainan refraksi adalah faktor genetik atau bawaan sejak lahir,”kata Nengah Sareasa.(fat)



Loading Facebook Comments ...