Search

Ratusan Warga Miskin Penerima Beras Sejahtera (Rastra) Dipungli

kepala Divre Subdolog Bondowoso (foto fat)
kepala Divre Subdolog Bondowoso (foto fat)

Situbondo,reportasenews.com -Ratusan  warga miskin penerima beras sejahtera (Rastra) di sejumlah Dusun  di Desa Kayu mas, Kecamatan Arjasa, Situbondo mengaku diminta uang  sebesar Rp. 1000 setiap kilogram beras sejahtera (Rastra) yang diterimanya.

Pasalnya, rastra yang disalurkan dari gudang Bulog Arjasa dengan harga Rp 1.600 perkilogram hingga di titik pendistribusian, namun  ternyata sesampainya pada penerima dijual dengan harga Rp 2.600 lebih, dengan alasan yang tidak jelas.

Menurut salah satu warga asal Dusun Pelle, Desa Kayumas yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan,  untuk menebus 1 sak rastra dengan berat 15 Kilogram itu warga harus mengeluarkan uangnya Rp 40.000. padahal  harga yang sudah ditentukan oleh Bulog harganya hanya Rp 24.000.  itupun  dengan biaya transportasi dari gudang sampai pada titik pendistribusian.

 “Iya mas, harga rastra di Dusun Pelle, Cottok, Sokmaelang per sak itu Rp 40.000. Jadi kalau dibagi 15 kilogram jatuhnya Rp 2.600 lebih per kilogramnya. Biasanya dari gudang Bulog kan hanya Rp 1.600 per kilogram. Yang saya tahu baru kali ini yang mencapai Rp 40.000 per saknya. Jadi mahalnya rastra ini akan saya tanyakan ke Kades, apa sudah tahu atau belum,”katanya, Senin  (03/7).

Dikonfirmasi melalui Ponselnya, Kades Kayu Mas, Moh Jalil mengatakan, bahwa kejadian tersebut akan dikroscek terlebih dahulu, sebab sesuai dengan kesepakatan bersama, harga rastra di desanya itu Rp 1.800 per kilogram, itupun selisih Rp 200, untuk biaya transport dari titik distribusi ke dusun masing-masing agar setiap RTSM lebih mudah untuk mengambil beras Rastra tersebut.

Sementara itu, Ka Bulog Divre III Bondowoso, Adhekan mengatakan, bahwa harga beras rastra dari Bulog masih tetap Rp 1.600 per kilo sampai titik distribusi, kalau ada perubahan harga di desa, perubahan harga  itu merupakan kebijakan desa.

“Harganya sampai di titik pendistribusian tetap Rp 1.600 per kilo, itu sudah  termasuk didalamnya  biaya untuk  transportasinya. Jadi kalau selisih harga, itu internal desa. Dan saya baru kali ini mendengar ada tebusan seperti itu,”kata Adhekan.(fat)    

 




Loading Facebook Comments ...