Search

Riam Maratok, Pesona Eksotik di Tengah Belantara

Pesona Keindahan Riam Maratok. (foto:das)
Pesona Keindahan Riam Maratok. (foto:das)

Pontianak, reportasenews.com – Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat memiliki landscape yang lengkap. Dari pulau yang indah berikut pantai-pantainya. Selain itu, tak kalah menebar pesona adalah riam atau air terjunnya  serta deretan perbukitan yang memukau pemandangannya.

Libur panjang akhir pekan ini,  setelah pemerintah menetapkan  pada 27 Juni 2018 saat pencoblosan surat suara adalah hari libur nasional. Tentu tak salah apabila anda ingin rehat dari segala aktivitas rutin atau sekedar menghilangkan rasa penat jauh dari hiruk pikuk pesta Demokrasi.

Tak salah lagi, jika anda memasukkan Kabupaten Bengkayang menjadi salahsatu referensi destinasi wisata yang menarik. Apalagi mereka yang memiliki gemar berpetualangan di alam bebas.

Ada banyak tempat wisata di sangat menarik untuk dikunjungi di bumi Sebalo ini.

Salahsatunya yang belum banyak diketahui orang adalah air terjun (riam) Maratok. “Anda bisa mengasingkan diri anda di sini untuk beberapa waktu sejenak.”

Jauh dari keramaian dan dikelilingi pegunungan, Riam Maratok adalah salahsatu air terjun yang merupakan patahan bebatuan  dari pegunungan Cagar Alam Gunung Nyiut, yang merupakan puncak tertinggi dengan ketinggian 1.701 mdpl.

Riam Maratok terletak bersebelahan dengan Riam Manajur, yang merupakan satu kawasan atau satu aliran air dari sumber mata air pegunungan Nyiut. Yang berbeda dari keindahan Riam Manajur, Riam Maratok memiliki dua air terjun yang letaknya bersebelahan. Ketinggian air terjun Maratok mencapai 6 meter lebih.

Riam Maratok terletak di Dusun Laek, Desa Bengkilu, Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang.

Riam yang memiliki pemandangan yang menakjubkan ini, terletak tersembunyi di tengah hutan belantara yang masih lebat.

Karena letaknya yang berada jauh dari pemukiman warga, dan akses jalan yang minim,sangat penting bagi wisatawan untuk memperhatikan keselamatan dan peralatan pendukung untuk menunjang perjalanan menuju Riam Maratok, termasuk berkemah. Karena rute Riam Maratok adalah rute yang berat, dan cocok bagi para petualang yang gemar tantangan di alam bebas.

Selain peralatan pendukung, juga dibutuhkan kondisi fisik yang prima. Karena setelah menempuh perjalanan dengan kendaraan sepeda motor maupun mobil dari kota Pontianak menuju ke kota Bengkayang, jalur Anjungan atau Karangan selama 5 jam, maka perjalanan ke lokasi masih memerlukan waktu satu jam.

Setelah tiba di rumah kepala Dusun Laek, pastikan perlengkapan yang dibawa dan dipersiapkan sudah sangat lengkap termasuk kebutuhan logistik dilapangan jika ingin berkemah.

Sepatu gunung dan tas carrier,  isi kebutuhan secukupnya; seperti jaket, celana gunung, senter, sarung tangan, jas hujan, alat masak atau kompor portable, baju perjalanan dan baju kering, matras, sleeping bag, trashbag dan tentu tak kalah penting makanan dan minuman. Bahkan jika diperlukan, siapkan tali karmantel (atau tali climbing)

Saat ini menempuh perjalanan, tentu anda harus berkelompok, minimal 3 orang. Karena melakukan perjalanan menembus hutan atau alam liar, anda dianjurkan tidak melakukan perjalanan atau kunjungan seorang diri walaupun memahami atau menguasai keterampilan survival atau sering melakukan kegiatan outdoor. Perjalanan harus dilanjutkan dengan berjalan kaki, kondisi jalan yang becek dan penuh lumpur.

Perjalanan dengan berjalan kaki dengan bawaan tas keril, tentu tidak membuat anda merasa letih. Karena selama berjalan, pemandangan alam menuju ke Riam Maratok masih alami dan dapat dinikmati. Bahkan jauh melangkah, sapaan masyarakat lokal yang ramah, keluar masuk membawa hasil pertanian dan berkebun di tengah hutan membuat kagum dan menjadi teman selama perjalanan.

Begitu juga pepohonan besar masih dapat anda  jumpai di sekitar jalan-jalan setapak yang dilalui.

Bahkan di saat beruntung menghampiri, adalah musim durian tiba. Alhasil, perjalanan ini begitu beruntung karena di saat menempuh perjalanan, seorang warga dengan isi keranjang penuh durian memberi secara cuma-cuma tiga buah durian masak yang baru jatuh.

Siapa yang tak ragu dengan kelezatan buah berduri yang disebut sebagai Raja Buah ini. Buah durian Dusun Laek ini memiliki aroma yang tajam, dan daging buah yang tebal.

“Daging buah durian sini tebal-tebal dan rasanya legit. Segar,  beda dengan durian yang dijual di Pontianak,” ucap Jedi sambal melahap habis buah durian.

Usai menyantap durian, Langkah kaki pun kembali bergerak secara perlahan, penuh kesabaran, karena medan tak selalu datar, kadang ada naik dan turun tanjakan. Termasuk tetap berhati-hati, gunakan alas kaki yang tepat agar telapak kaki tidak terluka kena bebatuan granit yang tajam. Saat menemukan plang atau petunjuk arah, perjalanan sudah tidak lama lagi untuk tiba di Riam Maratok.

Suasana alami dengan udara yang segar dan kicauan suara burung yang tiada berhenti, membuat rasa letih dan pertarungan di alam terbuka terbayar sempurna, setelah tepat berada di bawah air yang mengalir deras jernih dan dingin diantara bebatuan besar dan kecil di kaki air terjun Riam Maratok.

Sunyi datang saat malam tiba mengisi didalam kehampaan hari.Suara deras air jatuh membuat ketenangan menikmati keindahan alam dengan berkemah ditemani segelas kopi dan roti.

“Sesuatu yang teramat indah, terlalu banyak spot yang keren untuk dilewatkan begitu saja,” kata Wawan.

“Bercengkerama dengan alam di bawah pepohonan besar yang rindang dan air terjun yang indah seperti tentudengan kondisi yang letih setelah berjalan kaki, siapa yang tidak kagum,” tambah Beben.

Menjejakkan kaki ke tempat yang baru tidaklah mudah, tetapi bukan berarti tidak bisa. Jika ragu melangkah, jangan pernah melakukan. Melangkahlah dengan keyakinan dan kemauan, pasti berhasil. Nah, isi liburan dengan hal-hal menarik di Kalimantan Barat. Selamat liburan dan pesta Demokrasi! (das)




Loading Facebook Comments ...