Search

Ribuan Mahasiswa dan Pelajar Kembali Kepung DPRD Saat Pelantikan Anggota Dewan Terpilih

Aksi ribuan mahasiswa Kalimantan Barat meminta pemerintah memperhatikan persoalan bangsa dan segera mengatasinya terutama wilayah Kalimantan Barat yang sering diselimuti kabut asap akibat pembakaran hutan dan lahan. (das)
Aksi ribuan mahasiswa Kalimantan Barat meminta pemerintah memperhatikan persoalan bangsa dan segera mengatasinya terutama wilayah Kalimantan Barat yang sering diselimuti kabut asap akibat pembakaran hutan dan lahan. (das)

Pontianak, reportasenews.com – Ribuan mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Pontianak, Senin (30/9/2019) kembali berunjuk rasa ke Gedung DPRD Kalimantan Barat.

Lima hari yang lalu, mahasiswa dari berbagai elemen organisasi ini juga menuntut delapan butir tuntutan mahasiswa. Tuntutan ini pun ditandatangani oleh Wakil Ketua DPRD Kalbar Suriansyah kala itu yang disaksikan oleh perwakilan mahasiswa dan anggota DPRD Kalimantan Barat lainnya.

Adapun delapan tuntutan tersebut sebagai berikut; menolak UU KPK baru yang sudah disahkan oleh DPR RI bersama Presiden, menolak RKHUP, Menolak RUU Pertanahan, menolak RUU P-KS, mengusut tuntas pelaku karhutla, menuntut aparat untuk menghentikan tindakan represif terhadap aktivis dan masyarakat serta menindaklanjuti oknum aparat yang terbukti melakukan tindakan tersebut, mengimbau kepada masyarakat dan mahasiswa untuk terus bergerak memberikan dukungan kepada KPK dalam memberantas korupsi di Indonesia, mendesak Presiden RI Ir. Joko Widodo untuk bijak dan tegas dalam menyelesaikan persoalan bangsa.

Sejumlah personil kepolisian dari Polda Kalbar diterjunkan untuk mengamank aksi ribuan mahasiswa di DPRD. (foto:das)

Sejumlah personil kepolisian dari Polda Kalbar diterjunkan untuk mengamank aksi ribuan mahasiswa di DPRD. (foto:das)

Pada aksi Senin pagi ini, aksi ribuan mahasiswa diikuti puluhan pelajar STM di Kota Pontianak. Kedatangan pelajar STM ini sempat dihalau oleh Komisi Pengawasan dan Perlindungan anak (KPPAD) Kalimantan Barat dan kepolisian. Namun sejumlah pelajar STM yang lolos dari rajia, bergabung dengan aksi ribuan mahasiswa.

Aksi Senin yang diikuti ribuan mahasiswa ini bersamaan dengan pelantikan 65 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Barat periode 2019 – 2024.

Sehingga pengawalan oleh kepolisian sedikit berbeda. Polisi mengerahkan ribuan personilnya untuk menjaga dan mengawal kegiatan pelantikan anggota dewan terpilih berjalan.

Namun saat pelantikan, ribuan mahasiswa telah berada di luar Gedung DPRD Kalimantan Barat. Aksi mahasiswa tertahan diluar Gedung, hingga pelantikan anggota dewan selesai pada pukul 13.45 WIB. Setelah lama berada diluar pagar Gedung DPRD Kalimantan Barat, massa mahasiswa dan pelajar akhirnya diperbolehkan masuk ke halaman Gedung DPRD Kalimantan Barat.

Mereka disambut ketua pimpinan sementara DPRD Kalimantan Barat dan Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Didi Haryono.

Didi Haryono sempat berpesan agar mahasiswa sebagai kaum intelektual dapat menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif, dan menghindari tindakan tindakan anarkis. Didi mengapreasi aksi mahasiswa di Kalimantan Barat tetap berlangsung sesuai koridor, dan aspirasi mahasiswa yang disampaikan diakomodir kalangan Dewan.

Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ini pun diberi kesempatan berdiri diatas panggung diapit dengan pimpinan dewan dan Kapolda Kalimantan Barat yang berdiri di samping.

Mahasiswa menyampaikan sejumlah persoalan baik nasional maupun lokal bergiliran dan santun.Di bawah rintik rintik hujan turun, mahasiswa dan pelajar akhirnya membubarkan diri dengan tertib. (das)




Loading Facebook Comments ...