Search

Road Race Mini GP 50 CC di Probolinggo Memikat Penonton

Gilang Pranata (kaos merah) pembalap cilik saat berunjuk kebolehan di Kota Probolinggo, Jawa Timur.(foto: dic)
Gilang Pranata (kaos merah) pembalap cilik saat berunjuk kebolehan di Kota Probolinggo, Jawa Timur.(foto: dic)

Probolinggo, reportasenews.com – Pertandingan Road Race kelas mini GP 50 CC, yang digelar di jalan Panglima Sudirman, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (14/10/2018), memantik perhatian penonton.

Pasalnya, pagelaran mini GP tersebut baru pertama kali digelar di Probolinggo. Sekitar 210 pembalap motor, beradu skill dan kecepatan, dalam Kejuaraan Road Race Terbuka tahun 2018. Termasuk 14 kelas mini GP yang dipertandingkan oleh panitia penyelenggara.

Para peserta yang menjadi croser mini GP tersebut masih anak-anak berusia 7 sampai 12 tahun. Meski masih berumur belia. Namun kemampuan  mereka tak perlu diragukan menjadi pembalap.

Para pembalap ini, menempuh lintasan sirkuit sejauh 900 meter, mereka berunjuk kebolehannya dengan beradu cepat, dengan kecepatan tinggi.

Salah satu pembalap yang masih berusia 7 tahun, yakni Gilang Pranata. Bocah asal Pulau Garam Madura ini, telah 3 kali menyabet juara 1 ajang road race kelas GP 50 CC di tingkat Jawa Timuran.

“Saya sangat menyukai balapan, saya giat berlatih karena ini merupakan hobby saya. Saya juga penggemar moto GP internasional, salah satu idola saya adalah Marc Markuez,” ungkap Gilang, kepada wartawan, saat menjelang pertandingan.

Hal serupa dikatakan pembalap asal Malang, bernama Sasa (10). Perempuan yang juga hobby balap ini tak takut saat memacu motornya dengan kecepatan tinggi, dan bersaing dengan para pembalap cilik pria di sirkuit pertandingan.

Sementara itu, Taufik Hidayat, sekretaris penyelenggara Road Race mengatakan, pagelaran Road Race terbuka ini digelar, untuk menjaring bibit-bibit muda baru pembalap motor.

“Melalui penjaringan mini GP ini, kedepannya kita tak luput akan menemukan pembalap yang handal, dan harapan kami, para pembalap ini mempunyai skil sehingga nantinya menjadi pembalap di level nasional maupun international,” harapnya.

Belapan ini kata Taufik, digelar bersama Ikatan Motor Idonesia (IMI) Jawa timur, untuk mencetak pembalap baru, muda, dan berbekat. Serta menghindari terjadinya balap liar, di jalan raya.(dic)

 




Loading Facebook Comments ...