Search

RSDC Wisma Atlet Bentuk Unit Riset untuk Percepat Penanganan Covid

Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S, MARS, MH, memberikan pengarahan langsung pada jajaran Unit Riset RSDC, Kamis, 8 Oktober 2020. (foto. Dolok)

Jakarta, Reportasenews – Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran membentuk Unit Riset untuk mempercepat penanganan Covid-19. Peneliti berbagai kalangan kesehatan baik dari dalam maupun luar negeri, bisa mengakses data Unit Riset RSDC-19 untuk keperluan penelitian Covid.

Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S, MARS, MH, memberikan pengarahan langsung pada jajaran Unit Riset RSDC, Kamis, 8 Oktober 2020. Koordinator RSDC Wisma Atlet Kemayoran Jakarta tersebut melihat secara langsung kerja anggota Unit Riset RSDC.

“Tingkat akurasinya harus tinggi,” kata Mayjen TNI Tugas Ratmono pada anggota Unit Riset RSDC.

Unit Riset RSDC-19 terletak  di Tower 2 Wisma Atlet Kemayoran. Unit Riset dipimpin dr. Arief Riadi Arifin, Sp.P.,MARS.,FISR dan Sekretaris dr. Ade Yoska Tilla Serihati.  Anggotanya para dokter, perawat, dan relawan.

Tower 2 RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. (foto.dik)

Keberadaan Unit Riset RSDC-19 untuk mencatat detil data-data penanganan pasien Covid. Data primer selanjutnya menjadi bahan penelitian berbagai pihak yang akan bermanfaat untuk penanganan Covid-19.

Dari penelitian diharapkan adanya publikasi ilmiah yang terstandar sehingga menambah tata laksanana penanganan Covid yang lebih baik.

“Tujuannya tentu percepatan penanganan Covid bisa tercapai,” kata Mayjen TNI Tugas Ratmono yang juga Kepala Pusat Kesehatan TNI.

Penanganan Covid secara menyeluruh, lanjut Mayjen TNI Tugas Ratmono memerlukan data yang baik dan riset akurat berstandar penelitian ilmiah.

“Hasil penelitian yang akurat diharapkan cepat menyelesaikan masalah Covid baik nasional maupun internasional,” lanjutnya.

Semula RSDC-19 Wisma Atlet Kemayoran sebatas memiliki Komisi Etik yang bertugas menyeleksi penelitian dari luar dan dalam. Seiring dengan bertambahnya minat penelitian, terbentuklah Unit Riset yang terdiri dari bagian kesekretariatan, manajemen dasar, biostasistik, dan editing jurnal. Selanjutnya data-data tersebut akan dipublikasikan melalui web sistem sehingga bisa diakses para peneliti internal RSDC maupun peneliti luar.

Hasil riset akan memperbaiki pelayanan dari sisi perawatan maupun manajemen operasional penanganan Covid. Sejauh ini dengan banyaknya minat dari para peneliti, Unit Riset RSDC-19 Wisma Atlet Kemayoran sedang mengelola 30 judul riset. Jumlah ini akan terus bertambah karena Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) baru-baru ini juga mengajukan 17 judul penelitian.

Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S, MARS, MH, memberikan pengarahan langsung pada jajaran Unit Riset RSDC, Kamis, 8 Oktober 2020. (foto.Joko dolok)

Para peneliti berasal dari berbagai institusi mulai dari Depkes, TNI, Polri, LIPI, perguruan tinggi seperti UI, UGM, Unpad, Unhas, dan Unair. Peneliti personal dipersilakan melakukan penelitian seperti dokter umum, dokter paru, spesialis penyakit dalam, radiologi, psikiatri, dan psikologi.

Peneliti dari luar negeri juga bisa turut melakukan penelitian dengan terlebih dulu menghubungi Menristek dan Badan Riset Inovasi Nasional. Dengan banyaknya peneliti multi institusi dan personal, khasanah informasi tentang Covid makin berkualitas.

Mayjen TNI Tugas Ratmono yakin Unit Riset RSDC-19 akan memunculkan banyak hasil penelitian menyangkut pasien Covid. Ia mencontohkan asimtomatik pasien Covid-19 yang terpapar tetapi tidak muncul gejala atau hanya gejala ringan saja. Riset diharapkan meneliti apakah pasien tanpa gejala tersebut mengalami kerusakan pada sebagian organ paru-parunya atau organ lainnya.

Pembentukan Unit Riset ini menjadi catatan penting bagi RSDC bukan hanya penanganan pasien Covid tetapi juga menambah khasanah ilmu kedokteran dalam perceparan penanganan Covid.(MM)




Loading Facebook Comments ...