Search

Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak Tutup Pelayanan Selama Dua Minggu

Rumah sakit universitas Tanjungpura tutup semantara pelayanan kesehatan selama 2 minggu. (foto:das)

Pontianak, reportasenews.com – Rektor Universitas Tanjung pura, Pontianak, Kalimantan Barat, Prof Dr. Garuda Wiko resmi menghentikan sementara aktivitas pelayanan Rumah Sakit Universitas Tanjungpura, setelah seorang perawat di bagian ICU Rumah Sakit Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, bernama Sastri A.Md Kep,  meninggal dunia saat sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya.

Ini adalah kasus pertama tenaga kesehatan yang meninggal dunia akibat dugaan terkonfirmasi Covid 19 di kota Pontianak.

Sebelumnya , Sastri dinyatakan positif terkonfirmasi Covid 19 pada 12 Oktober 2020 silam. Ia baru menjalani isolasi mandiri 5 hari di rumahnya dan dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (17/10/2020) pukul 04.00 WIB.

Dalam surat Rektor Universitas Tanjungpura Nomor 14564/UN22/TU/2020 tanggal 16 Oktober 2020 yang ditujukan kepada Direktur Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak untuk menghentikan sementara pelayanan rumah sakit sesuai protokol kesehatan Covid 19 yang berlaku. Dan seluruh karyawan dapat melaksanakan Work From Home (WFH) untuk tenaga medis  maupun non medis dengan mekanisme yang diatur lebih lanjut.

Keputusan penghentian sementara ini mulai berlaku mulai hari ini, Minggu (18/10/2020) sampai tanggal 1 November 2020. Pelayanan kesehatan dibuka kembali pada 2  November 2020.

Pelayanan dikecualikan bagi pasien yang masih dirawat di bangsal.
Menanggapi ditutupnya pelayanan medis dan non medis di rumah sakit Universitas Tanjungpura, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson meminta penutupan sementara ini tidak berlarut-larut atau berlangsung lama.

“Jadi setelah Rumah Sakit Universitas Tanjungpura ditutup sementara lebih dari dua minggu setelah satu tenaga kesehatannya meninggal dunia akibat terpapar Covid 19. Saya berharap agar Rumah Sakit Universitas Tanjungpura tidak terlalu lama menutup pelayanannya karena masih banyak masyarakat yang sangat membutuhkan pelayanannya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson kepada wartawan, Minggu (18/10/2020).

Secara total kasus Covid 19 di Kalimantan Barat mencapai 1.428 orang dan meninggal dunia 10 orang serta sembuh 1.227 orang.

Harisson meminta pelaksanaan disinfeksi di ruang – ruangan di rumah sakit itu dapat dilakukan sesegera mungkin dan secepat mungkin. Bila perlu meminta bantuan dari Dinas kesehatan agar rumah sakit ini kembali melayani masyarakat.

“Rumah sakit ini Universitas Tanjungpura saya harapkan dapat melakukan evaluasi atau audit terhadap program pencegahan penanggulangan infeksi baik petugas di rumah sakit maupun pasien yang dirawat di Rumah sakit univerisitas Tanjungpura dan dilakukan secermat mungkin dan secepat mungkin sehingga tidak membutuhkan waktu terlalu lama,” tegasnya.

Ditambahkanya, untuk kekurangan petugas kesehatan akibat ada petugas kesehatan yang terpapar Covid 19, agar Rumah sakit Universitas Tanjungpura melakukan rekrutmen atau memanfaatkan tenaga relawan sementara menunggu selesainya isolasi petugas kesehatan Rumah Sakit untan yang terpapar Covid 19.

Di Kalimantan Barat, jumlah kasus-kasus konfirmasi Covid 19 semakin meningkat begitu juga kasus Covid 19 yang harus jalani perawatan di Rumah Sakit. Jumlah kasus Covid 19 di Kalimantan Barat, Minggu (18/10/2020) bertambah 15 orang dimana kota Pontianak ada 13 orang dan Kubu Raya ada 2 orang. Kasus Covid 19 yang sembuh ada 3 orang dan yang meninggal dunia ada 1 orang. 

Untuk di laboratorium Rumah sakit Univeritas Tanjungpura juga ada petugas kesehatan yang terpapar Covid 19 dan menjalani isolasi.
“Laboratorium RT PCR tidak ditutup namun hanya pelayanan di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura yang ditutup sementara, namun pemeriksaan RT PCR sedikit berkurang,” tutupnya. (das)




Loading Facebook Comments ...