Search

Rutan Bangil Deklarasikan Bebas Narkoba dan Handphone

Kepala Rutan Bangil, Wahyu Indarto, yang menandatangani Deklarasi bebas narkoba dan handphone. (foto : abd)
Kepala Rutan Bangil, Wahyu Indarto, yang menandatangani Deklarasi bebas narkoba dan handphone. (foto : abd)
Pasuruan, reportasenews.com – Rutan (Rumah Tahanan) Kelas II B Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jatim, sepakat untuk bebas dari penyalahgunaan narkoba dan peredaran HP (handphone). Komitmen tersebut dilakukan ratusan warga binaan dan petugas diwujudkan dalam Deklarasi Bebas dari Penyalahgunaan Narkoba dan Peredaran HP yang dilaksanakan di Halaman Rutan, Kamis (14/03/2019).
Deklarasi dibacakan oleh salah satu warga binaan dan diikuti oleh seluruh peserta deklarasi. Yang isi salah satunya tak hanya mengajak pada warga binaan saja untuk tidak membujuk petugas untuk membiarkan HP atau narkoba masuk ke blok. Namun melarang warga binaan untuk menjadikan keluarganya sebagai alat untuk merayu petugas.
Kepala Rutan Bangil, Wahyu Indarto mengatakan, tujuan deklarasi bebas narkoba dan peredaran HP untuk memastikan Rutan Bangil steril dari handphone, termasuk oleh petugas Rutan sendiri.“Masih ditemui ada petugas bawa HP di kawasan dilarang. Meski tak ada transaksi, tapi saya ingin memastikan tingkat sterilisasi rutan,” kata Wahyu, sesaat setelah deklarasi.
Dijelaskannya, khusus untuk petugas, HP boleh diaktifkan selama berada di area P2U (Pengamanan Pintu Utama). Area tersebut berada tepat di depan kawasan blok hunian. Karenanya HP harus dimasukkan ke dalam loker khusus petugas yang ditempatkan di dalam area P2U itu.“Kalau petugas ada di kawasan blok hunian, tapi lokernya kosong, maka dia terbukti melanggar,” ungkapnya.
Kalau melanggar, setiap petugas akan dikenai sanksi sesuai Undang-Undang yang berlaku. Kata Wahyu, sanksi tersebut bisa berupa teguran hingga penurunan atau penundaan pangkat maupun pemecatan.“Sebenarnya aturan petugas tidak boleh membawa HP itu sudah lama. Tapi masih longgar, yakni petugas terkadang kelupaan kalau dia sedang bawa handphone,” papar Wahyu.
Dengan adanya deklarasi tersebut, lanjut Wahyu, siapapun petugasnya, termasuk dirinya, harus ditegur kalau membawa HP ke dalam kawasan blok hunian. Sementara khusus untuk warga binaan, Wahyu menegaskan bahwa HP sama sekali tidak diperkenankan. Sebagai penggantinya, Rutan Bangil menyediakan wartel khusus bagi warga binaan.
Dikatakannya, bagi warga binaan untuk bisa berkomunikasi dengan keluarganya, diberikan kartu “Berisi”, yakni uang elektronik pengganti uang tunai. Prakteknya, kartu tersebut tinggal ditempel ke dalam alat khusus, kemudian akan langsung aktif untuk menghitung besaran rupiah yang keluar untuk berkomunikasi.
“Prakteknya seperti koin wartel. Bedanya ini dalam bentuk kartu. Dari wartel ini bisa ketahuan setelah dilakukan pengecekan secara berkala. Juga melihat kondisinya. Kalau semakin menurun penelponnya, maka sudah dipastikan ada petugas yang bermain. Tapi Alhamdulillah, selama ini petugas masih patuhi aturan,” imbuhnya. (abd)



Loading Facebook Comments ...